Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UU Cipta Kerja Hapus Aturan Minimal Kepemilikan Pesawat Maskapai

Dengan perubahan ini, bagi maskapai berjadwal maupun tidak berjadwal (charter/sewa), dan angkutan khusus kargo tidak lagi diwajibkan memiliki pesawat sesuai ketentuan lama.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  14:27 WIB
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\n
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dan DPR melalui UU Cipta Kerja telah menghilangkan syarat minimal kepemilikan pesawat bagi maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia. Revisi tersebut tertuang dalam klaster penerbangan pasal 118.

Dalam UU Cipta Kerja yang Bisnis terima, pada Bab Transportasi pasal 58 merupakan ketentuan yang merevisi UU No.1/2009 tentang penerbangan. Di dalam revisi tersebut, UU sapu jagat menghilangkan pasal 118 ayat 2.

Adapun ayat 2 berisi mengenai ketentuan berapa banyak minimal pesawat udara yang harus dimiliki dan dikuasai oleh maskapai yang memiliki izin beroperasi di Indonesia.

Begini bunyi ayat 2 dalam UU yang lama sebelum dihapus omnibus law:

(2) Pesawat udara dengan jumlah tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, untuk:

a. angkutan udara niaga berjadwal memiliki paling sedikit lima unit pesawat udara dan menguasai paling sedikit 5 (lima) unit pesawat udara dengan jenis yang mendukung kelangsungan usaha sesuai dengan rute yang dilayani;

b. angkutan udara niaga tidak berjadwal memiliki paling sedikit satu unit pesawat udara dan menguasai paling sedikit 2 (dua) unit pesawat udara dengan jenis yang mendukung kelangsungan usaha sesuai dengan daerah operasi yang dilayani;

c. angkutan udara niaga khusus mengangkut kargo memiliki paling sedikit satu unit pesawat udara dan menguasai paling sedikit 2 (dua) unit pesawat udara dengan jenis yang mendukung kelangsungan usaha sesuai dengan rute atau daerah operasi yang dilayani.

Ayat tersebut dihilangkan dalam UU Ciptaker yang merevisi hingga 74 UU tersebut. Dengan demikian, bagi maskapai yang beroperasi sebagai angkutan niaga berjadwal, angkutan niaga tidak berjadwal (charter/sewa) dan angkutan khusus kargo tidak lagi diwajibkan memiliki pesawat sesuai ketentuan lama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat cipta kerja
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top