Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UU Cipta Kerja Bikin Industri Makanan Makin Bergairah

Pelaku industri makanan dan minuman menyambut baik disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja dengan harapan teciptanya iklim bisnis yang lebih terjamin dan efektif.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  12:07 WIB
Dalam upaya menjaga aktivitas sektor manufaktur makanan dan minuman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Mayora Indah Tbk di Jl Jayanti 1 di Balaraja, Tangerang, Banten (18/9/2020).  - Kemenperin
Dalam upaya menjaga aktivitas sektor manufaktur makanan dan minuman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Mayora Indah Tbk di Jl Jayanti 1 di Balaraja, Tangerang, Banten (18/9/2020). - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri makanan dan minuman menyambut baik disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja dengan harapan teciptanya iklim bisnis yang lebih terjamin dan efektif.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan UU Cipta Kerja didesain dengan tujuan yang positif yakni meningkatkan investasi. Menurutnya, hal ini harus dipandang dengan kacamata global.

"Kita sudah banyak tertinggal dari negara Asean lainnya. UU juga ini akan mendorong terserapnya tenaga kerja, untuk itu industri mamin sangat mendukung," katanya kepada Bisnis, Rabu (7/10/2020).

Adhi mengemukakan dengan UU Cipta Kerja ini akan meringkas perizinan yang selama ini kerap menyulitkan pengusaha. Misalnya, pada izin lokasi ke depan sudah tidak diperlukan lagi karena sudah tergabung dalam izin usaha.

Selain itu, pada izin lingkungan amdal juga telah terbagi untuk usaha dengan risiko tinggi dan rendah. Alhasil, kemudahan-kemudahan tersebut akan membuat industri mamin lebih bergairah.

"Dalam UU ini juga menjamin adanya bahan baku industri. Kalau yang selama ini dipermasalahkan untuk tenaga kerja yang padahal banyak keseimbangan antara pemberi kerja dan tenaga kerja serta peran-peran pemerintah yang tidak banyak dibahas," ujarnya.

Adhi menyebut kinerja industri mamin tahun ini diproyeksi hanya akan tumbuh pada kisaran 2-3 persen. Angka itu jauh dibandingkan dengan tahun lalu yang 7,9 persen.

"Juni sampai Agustus sudah membaik tetapi September kemarin sedikit melambat lagi. Persoalan utama masih daya beli karena bahan baku sejauh ini aman," kata Adhi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri makanan dan minuman cipta kerja
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top