Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Pencarian Rumah Secara Online Meningkat

Pandemi Covid-19 membuat para pencari hunian lebih banyak melakukannya secara online. Bukan hanya jumlahnya, tetapi juga durasi kunjungannya meningkat.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  20:43 WIB
Pekerja beraktivitas di salah satu proyek pembangunan perumahan di Depok, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P.
Pekerja beraktivitas di salah satu proyek pembangunan perumahan di Depok, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P.

Bisnis.com, JAKARTA – Tren pencarian properti melalui laman pencari atau secara online selama pandemi Covid 19 dari April hingga Agustus 2020 mengalami peningkatan.

Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik mengatakan ada kenaikan durasi kunjungan ke Rumah123 dari April ke Agustus.

Menurutnya, hal ini menunjukkan peningkatan minat untuk membeli properti pada masa pandemi Covid-19.

"Trafik per bulannya 12 juta orang yang melihat website Rumah123. Lalu untuk consumer profile-nya di Agustus sebesar 32,47 persen naik dari April yang 11,84 persen," ujarnya dalam webinar pada Kamis (1/10/2020).

Profil Konsumen Berdasarkan Usia (kuartalan)

Selama pandemi waktu pencarian properti meningkat dan terjadi perubahan perilaku yaitu banyak yang mencari properti di Rumah123 pada Sabtu dan Minggu.

"Pada kuartal pertama [2020], orang searching rumah hari kerja, Senin, Rabu, dan Kamis. Namun pada kuartal kedua ternyata banyak yang juga mencari pada Sabtu dan Minggu. Ini menunjukkan PSBB [Pembatasan Sosial Skala Besar] membuat orang memiliki banyak waktu di rumah yang digunakan untuk men-searching properti," paparnya.

Maria menuturkan jumlah pelanggan yang melihat rumah dengan usia 45 tahun ke atas meningkat pada kuartal ketiga yang mencapai 16,91 persen dari kuartal sebelumnya yang 11,99 persen. Hal ini menunjukkan bahwa usia 45–54 tahun melek teknologi untuk mencari rumah.

"Pelanggan usia 45 tahun ke atas mengalami peningkatan ini sudah mulai pindah ke online dalam mencari rumah," ucapnya.

Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Depok tetap menjadi kota dengan traffic terbanyak secara keseluruhan periode 5 bulan.

"Orang yang mencari lokasi dari page view-nya, jadi berapa banyak halaman yang mereka lihat, yang terbanyak di Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Bandung. Ini orang yang melihat banyak dilihat halamannya," tuturnya.

Pencarian Rumah Berdasarkan Wilayah

Hal itu, ungkapnya, menunjukkan bahwa masyarakat tahu harga properti di Jakarta sudah sangat mahal, sehingga mereka melihat rumah di Tangerang dengan harga yang terjangkau dan beragam infrastruktur sarana dan prasarana yang telah terbangun menjadi salah satu opsi.

Dari sisi tren pencarian properti, di level harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar dan Rp2 miliar hingga Rp5 miliar naik 1 persen hingga 2 persen, tetapi untuk pencarian Rp300 juta hingga Rp500 juta menurun.

Rentang Harga Rumah yang Dicari

Pada Juli, lanjutnya, ada tren menarik Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dan Rp5 miliar hingga Rp10 miliar naik, sedangkan Rp300 juta turun. “Ini habis Lebaran. Perkembangan ini menunjukkan masih ada daya beli," kata Maria.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top