Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Bengkel Pesawat Jeblok! Begini Nasib GMF AeroAsia (GMFI)

GMF AeroAsia (GMFI) mengaku telah menyiapkan strategi berjenjang untuk menghadapi tantangan penurunan pasar bengkel pesawat sebesar 40 persen.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 September 2020  |  18:32 WIB
Dua petugas sedang berbincang di salah satu hanggar milik GMF AeroAsia, Senin (29/8/2019).  - Bisnis/Rio Sandy Pradana
Dua petugas sedang berbincang di salah satu hanggar milik GMF AeroAsia, Senin (29/8/2019). - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) atau GMF AeroAsia telah menerapkan strategi berjenjang mulai dari penerapan strategi jangka pendek, strategi jangka menengah hingga strategi jangka panjang guna menyikapi penurunan pasar MRO global yang diprediksi mencapai 40 persen pada sepanjang 2020.

Direktur Utama GMFI I Wayan Susena, menyampaikan memasuki semester II/2020, secara berangsur, maskapai penerbangan mulai kembali meningkatkan operasionalnya seiring dengan pelonggaran pembatasan pergerakan di berbagai wilayah dunia.

Tren ini, lanjutnya, juga berdampak positif terhadap peningkatan operasional MRO. Rencana jangka pendek awal yang diterapkan GMFI adalah mengelola likuiditas dan arus kas GMFI.

“Kami melakukan renegosiasi dengan pelanggan terkait pricing dan terms of payment, serta melakukan percepatan proses penagihan untuk pekerjaan yang sudah selesai”, ujarnya, Senin (28/9/2020).

GMFI pun melakukan penundaan pengeluaran belanja modal (capital expenditure/capex) pada proyek-proyek pengembangan yang belum menjadi prioritas serta melakukan restrukturisasi hutang dengan kreditur.

Selain menjaga arus kas, diversifikasi bisnis menjadi strategi yang diterapkan GMFI guna mengoptimalisasi pendapatan. Wayan menambahkan perusahaan mengoptimalisasi kapabilitas yang sudah dimiliki untuk memaksimalkan pendapatan di sektor aviasi.

Perusahaan MRO anak usaha Garuda Indonesia Group tersebut memaksimalkan perawatan dan modifikasi pesawat kargo, potensi bisnis private jet dan perawatan pesawat angkut militer. Di luar sektor aviasi, GMFI juga melakukan upaya peningkatan bisnis perawatan Industrial Gas Turbine Engine dengan melakukan penetrasi pada industri pertambangan, minyak, dan gas untuk perawatan mesin-mesin turbin.

GMFI juga mencanangkan strategi konsolidasi global sebagai strategi jangka panjang perseoran setelah pandemi Covid-19 berakhir guna mempercepat proses recovery bisnis. GMFI berencana untuk melakukan horizontal alignment dengan para mitra, baik itu MRO dalam negeri, institusi pertahanan, dan pelaku industri sejenis untuk memperkuat ketahanan ekosistem dunia aviasi. Tujuan strategi ini tentunya guna peningkatan kapabilitas, percepatan pengembangan usaha, serta perluasan portfolio customer.

Turbulensi di dunia aviasi sangat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan selama semester I/2020. Pendapatan GMFI mengalami penurunan sebesar 35 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi dari turunnya pendapatan berbasis flight hours, penundaan jadwal perawatan akibat operasi pesawat udara yang tidak optimal, serta turunnya penyerapan pelanggan

internasional akibat pembatasan akses masuk dari/ke luar negeri dampak pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gmf aeroasia mro
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top