Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peruri Respons Tudingan Ahok Soal Proyek Rp 500 Miliar ke Pertamina

Perum Peruri menjawab tudingan soal isu permintaan uang Rp 500 miliar dari perusahan untuk proyek digital di PT Pertamina (Persero).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2020  |  19:58 WIB
Kantor Pusat Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) di Jalan Falatehan, bilangan Blok M.  - peruri.co.id
Kantor Pusat Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) di Jalan Falatehan, bilangan Blok M. - peruri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Peruri menjawab tudingan soal isu permintaan uang Rp 500 miliar dari perusahan untuk proyek digital di PT Pertamina (Persero).

Isu ini sebelumnya diungkapkan oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya mengatakan saat ini ada 117 klien yang sudah teken kontrak ataupun masih dalam proses kerja sama produk digital dengan Peruri. 35 di antaranya adalah BUMN, termasuk di dalamnya Pertamina.

Seperti klien lain selain Pertamina, Dwina menegaskan bahwa Peruri sangat mendukung digitalisasi di perusahaan pelat merah.

"Kami selalu berkomitmen memberikan pelayanan dan harga yang terbaik," kata dia dalam rapat bersama DPR RI, dikutip dari Tempo.co, Senin (28/9/2020).

Lalu dalam rapat ini, datanglah pertanyaan dari anggota komis soal pernyataan Ahok tersebut. "Kami ingin meminta penjelasan dari panjenengan, itu betul atau tidak?" kata anggota DPR RI Mufti Anam.

Dwina menceritakan bahwa sejak September 2019, perusahaannya telah meluncurkan layanan produk digital. Laman resmi Peruri mencatat peluncuran ini dengan nama Peruri Digital Services. Pertamina adalah salah satu yang kerja sama dengan Peruri.

Tapi kepada DPR, Dwina mengatakan bahwa hal-hal yang rinci terkait kontrak antara Peruri dengan Pertamina bersifat confidential alias rahasia. Apalagi, mereka merupakan high security company.

"Jadi mungkin kami tidak bicara di media, karena nature dari high security company seperti itu," kata Dwina.

Sebelumnya beredar video pendek yang berisi kekesalan Ahok kepada perusahaan yang tengah diawasinya tersebut. Selain itu Ahok juga menyinggung Kementerian BUMN hingga perusahaan pelat merah lainnya seperti Peruri.

Dalam video berdurasi 6 menit 39 detik yang belakangan berkembang viral itu, Ahok menyebut sikap Perum Peruri yang meminta uang sebesar Rp 500 miliar untuk proses pengurangan dokumen kertas (paperless) di Pertamina. Permintaan Peruri dinilai sebagai hal yang tak masuk akal dan hanya ingin mencari uang.

“Itu sama aja udah dapat Pertamina, gak mau kerja lagi. Mau tidur sepuluh tahun jadi ular sanca, jadi ular piton,” kata Ahok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ahok peruri

Sumber : Tempo.co

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top