Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Minta Skema Vaksinasi Rampung 2 Pekan, Pelaku Usaha Perlu Sosialisasi

Pelaku usaha berharap proses vaksinasi beserta keberhasilannya dapat terealisasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, sehingga proses pemulihan ekonomi bisa berjalan normal.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 28 September 2020  |  17:22 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA -- Dunia usaha  masih menanti sosialisasi lebih intensif dari pemerintah terkait dengan skema vaksinasi sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang diminta agar dapat rampung dalam waktu 2 pekan ke depan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan sosialisasi tersebut diperlukan oleh kalangan pelaku usaha.

Dia menilai sosialisasi itu merupakan bahan pijakan untuk memprediksi situasi ke depan serta menyiapkan diri agar proses vaksinasi bisa berjalan lancar.

"Saya rasa harus disosialisasikan nanti supaya pelaku usaha tahu. jadi, paling tidak pelaku usaha bisa memprediksi dan menyiapkan dari agar vaksinasi ini bisa berjalan lancar," ujar Alphonzus kepada Bisnis, Senin (28/9/2020).

Alphonzus mengatakan pelaku usaha sejauh ini belum memiliki detil terkait dengan skema vaksinasi yang dapat menunjang pemulihan di dunia usaha. 

Namun, lanjutnya, pelaku usaha berharap proses vaksinasi beserta keberhasilannya dapat terealisasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, sehingga proses pemulihan ekonomi bisa berjalan normal.

Menurut perhitungannya, proses vaksinasi sudah dapat terlaksana pada kuartal II/2021. Dengan demikian, proses pemulihan ekonomi bisa dimulai pada kuartal III/2021 atau pertengahan tahun depan.

"Kalau lewat dari kuartal II/2020 saya khawatir resesi ekonomi bakal berlanjut. Jadi jangan sampai vaksinasinya lewat dari kuartal kedua tahun depan," ujarnya.

Adapun, hal tersebut bakal berdampak kepada pelaku usaha yang kian kesulitan melakukan pemulihan bisnis setelah mengalami keterpurukan sejak Maret 2020.

Apalagi, lanjutnya, setelah resesi resmi diumumkan oleh pemerintah kondisi perekonomian bakal terkena dampaknya meskipun pada resesi tersebut dikatakan sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

"Terutama pelaku usaha yang sudah mengalami terjadinya resesi sejak beberapa bulan yang lalu.

Dengan diumumkannya resesi nanti, akan tetap ada pengaruhnya terhadap pergerakan ekonomi. Ini kalau sampai berlarut akan jadi masalah. Jadi, arahan Presiden tepat, skema vaksinasi harus disiapkan dari sekarang," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel Vaksin
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top