Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Tuan Rumah APEC 2020, Ini Tantangan yang Akan Dihadapi Malaysia

Dalam penyelenggaraan APEC tahun ini, pemerintah negeri jiran mengangkat tiga hal utama. 
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 26 September 2020  |  14:59 WIB
Ilustrasi logo APEC. - istimewa
Ilustrasi logo APEC. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Malaysia bakal menghadapi sejumlah tantangan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan rangkaian forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2020 dengan tema Optimizing Human Potential for a Future of Shared Prosperity.

Pelaksana Harian Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Antonius Yudi Triantoro mengatakan terdapat 3 tugas berat yang dihadapi negara tetangga tersebut.

Pertama, penerapan Bogor Goals yang belum sesuai dengan ekspektasi sehingga perlu dilanjutkan dalam visi APEC selanjutnya.

Kedua, harapan disepakatinya pernyataan deklarasi bersama tingkat Pemimpin APEC (leaders statement) di sekitar November 2020 mengingat tidak adanya pernyataan tersebut dalam dua tahun berturut-turut; ketiga, pandemi Covid-19 yang menuntut penanganan cepat dan tepat sasaran.

"Ketiga tugas berat tersebut dipersulit dengan pertemuan yang harus dilakukan secara virtual karena pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,” ujar Yudi dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Sabtu (26/9/2020).

Dalam penyelenggaraan APEC tahun ini, pemerintah negeri jiran mengangkat tiga hal utama. Pertama, fasilitasi perdagangan dengan membangun sistem perdagangan multilateral yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.

Kedua, pemanfaatan teknologi digital untuk penanganan pandemi Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi. Ketiga, fasilitasi perdagangan dan investasi melalui pergerakan barang dan orang yang menjadi esensial di masa pandemi.

“Ketiga hal utama yang diusung tuan rumah Malaysia dinilai sejalan dengan upaya yang selama ini diperjuangkan Indonesia di forum APEC, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan merata serta menjamin kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Yudi.

Dia menanbahkan, pada masa pandemi kegiatan perdagangan dan investasi sangat terganggu, terutama yang bersifat lintas batas.  Padahal kegiatan tersebut sangatlah penting untuk menggerakkan roda perekonomian.

“Kerja sama antar ekonomi APEC diperlukan untuk mencapai kemakmuran bersama, penanganan pandemi, dan pemulihan ekonomi pascapandemi di kawasan APEC. Persatuan semua anggota APEC, sinergi, dan kolaborasi adalah kunci untuk mencapai hal tersebut,” tutup Yudi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apec malaysia
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top