Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lobi hingga ke Korsel, Bagaimana Respons Hyundai Motor & LG Chem?

Hyundai Motor menginvestasikan 1,8 triliun won di Indonesia untuk membangun pabrik mobil yang mampu memproduksi 250.000 unit setahun.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 25 September 2020  |  10:01 WIB
Hyundai Motor - Istimewa
Hyundai Motor - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Hyundai Motor Group dan LG Chem sedang mempromosikan pendirian pabrik baterai kendaraan listrik secara berpatungan) di Indonesia.

Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara, dan Bahlil Lahadalia, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia tiba di Seoul pada 24 September 2020.

Pemerintah Indonesia, seperti dikutip dari www.businesskorea.co.kr, Jumat (25/9/2020) telah bekerja keras untuk menarik LG Chem membangun pabrik baterai di Indonesia menyusul pabrik mobil Hyundai Motor di luar Jakarta. Hyundai Motor dan LG Chem sedang mempertimbangkan untuk mendirikan usaha patungan baterai pertama mereka di Indonesia.

Sebelum meninggalkan Indonesia, Bahlil mengatakan bahwa kunjungan ke Korsel untuk menyelesaikan masalah rencana investasi pabrik baterai kendaraan listrik."

Secara khusus, dia mengatakan bahwa pabrik baterai kendaraan listrik akan dibangun di atas lahan seluas 100 hektare di Batam.

Bahlil juga mengatakan bahwa pada 14 September 2020, Indonesia telah menandatangani perjanjian investasi pabrik baterai dengan perusahaan besar dari dua negara.

Perjanjian tersebut melibatkan investasi masing-masing sebesar Rp70 triliun (5,5 triliun won) dan Rp100 triliun (delapan triliun won).

Sebelumnya dalam pertemuan virtual dengan redaksi Bisnis Indonesia, Bahlil mengklaim bahwa investasi baterai ini adalah satu-satunya proyek di dunia yang fokus pada sektor hulu dan hilir untuk nikel. Nilai investasi yang akan masuk relatif besar rata-rata sebesar Rp70 triliun dan Rp100 triliun.

Bahlil tidak menyebut nama perusahaannya, tetapi Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengatakan bahwa lokal pada 15 September, Indonesia telah menandatangani perjanjian investasi pengembangan baterai lithium dengan LG Chem dari Korsel dan CATL dari China.

Pada 16 September, Erick mengatakan bahwa dia akan mengunjungi Korsel untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan Korsel.

Sehubungan dengan itu, para pejabat Indonesia diharapkan dapat bertemu dengan pejabat Hyundai Motor Group dan LG Chem dalam kunjungannya untuk membahas kondisi investasi terkait rencana pabrik baterai tersebut.

Akan tetapi, Hyundai Motor Group dan LG Chem mengatakan belum ada keputusan tentang usaha patungan pembuatan baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Hyundai Motor menginvestasikan 1,8 triliun won di Indonesia untuk membangun pabrik mobil yang mampu memproduksi 250.000 unit setahun.

Meskipun tujuan awalnya adalah menyelesaikan proyek pada akhir 2021, pandemi Covid-19 dapat menunda penyelesaian pabrik. Tidak hanya mobil bertenaga pembakaran internal, tetapi kendaraan listrik dapat diproduksi di pabrik ini, menurut sumber industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Baterai Mobil Listrik
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top