Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Kebut Program Kerja Dua KEK di Batam Tahun Ini

Pemerintah akan menyelesaikan koordinasi antara kementerian dan institusi pemerintah terkait dengan pengembangan dua KEK ini pada kuartal IV/2020.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 24 September 2020  |  17:45 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan mendorong percepatan pengembangan dua kawasan ekonomi khusus (KEK) di Batam, Kepulauan Riau.

Status KEK dua kawasan itu, KEK Nongsa Digital Park dan KEK Maintenance Repair & Overhaul (MRO) Batam Aero Technic, telah diputuskan Juli lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah akan menyelesaikan koordinasi antara kementerian dan institusi pemerintah terkait dengan pengembangan dua KEK ini pada kuartal IV/2020.

“Lalu memfinalkan action plan [program kerja]. Ketiga mengharmonisasi rancangan peraturan pemerintah,” katanya dalam diskusi virtual, Kamis (24/9/2020).

Airlangga menjelaskan bahwa nilai investasi Nongsa Digital Park sebesar Rp16 triliun dengan luas 166,45 hektar. Pembangunannya akan menyerap 16.500 tenaga kerja.

“Sementara nilai investasi Batam Aero Technic Rp6,2 triliun. Luas areanya 30 hektar. Pembangunannya akan menyerap 9.976 tenaga kerja,” jelasnya.

KEK Nongsa Digital Park diharapkan akan menjadi pintu masuk untuk perusahaan teknologi informasi (TI) internasional dari Singapura dan mancanegara. Selain itu juga akan ditetapkan menjadi IT Hub Digital Bridge Indonesia ke Singapura dan negara-negara lainnya.

Keberadaan KEK ini diperkirakan dapat menghemat devisa negara dalam bisnis digital antara Rp20 triliun-Rp30 triliun per tahun. Kontribusi terbesarnya dari sektor pusat data dan pendidikan internasional.

Sementara itu, KEK MRO Batam Aero Technic direncanakan bergerak di industri MRO. Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa sebesar 65 persen-70 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Dalam jangka menengah juga diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12 ribu unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$100 miliar pada 2025.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam kek kawasan ekonomi khusus
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top