Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Masa Covid-19, Pengusaha Ternyata Lebih Pilih Merumahkan Karyawan dari PHK

14 dari setiap 100 perusahaan yang beroperasi dengan menerapkan bekerja dari rumah (work from home/WFH mengambil kebijakan tenaga kerja dirumahkan atau tidak dibayar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 September 2020  |  09:49 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 dan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menahan laju penyebaran virus Corona berimbas kepada aktivitas dunia usaha.

Sejumlah perusahaan pun melakukan penyesuaian dari sisi operasional untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya selama pandemi.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam surveinya menyebutkan ada beberapa kebijakan yang dilakukan perusahan terhadap tenaga kerja selama PSBB berlangsung. Bergagai upaya dilakukan untuk tetap mempertahankan tenaga kerja.

Salah satunya, pengurangan jam kerja menjadi kebijakan yang paling banyak dilakukan oleh perusahaan yang masih beroperasi seperti biasa.

Kebijakan yang terbanyak dilakukan selanjutnya adalah tenaga kerja dirumahkan atau tidak dibayar, dan memberhentikan pekerja dalam waktu singkat.

"14 dari setiap 100 perusahaan yang beroperasi dengan menerapkan bekerja dari rumah (work from home/WFH mengambil kebijakan tenaga kerja dirumahkan atau tidak dibayar," tulis BPS dalam laporan Analisis Hasil Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha yang dikutip Bisnis, Selasa (22/9/2020).

BPS menyebut optimisme bahwa pandemi akan segera berakhir cenderung membuat perusahaan tidak mengambil keputusan PHK permanen.

Alhasil, memberhentikan pekerja dalam waktu singkat adalah pilihan yang relatif lebih baik. Keputusan untuk melakukan PHK cenderung adalah langkah terakhir yang diambil terhadap tenaga kerja.

BPS mencatat, sebanyak 76 dari 100 perusahaan yang masih beroperasi seperti biasa, jumlah tenaga kerjanya cenderung tetap. Sementara tercatat 21 perusahaan yang tenaga kerjanya berkurang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bps pengusaha phk
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top