Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dicoret dari Daftar PSN, Fase Pengembangan Pesawat R80 Bakal Molor

Pengembangan pesawat R80 diproyeksikan mengalami kemunduran fase. Setelah dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), program ini juga menghadapi tekanan dampak pandemi Covid-19.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 21 September 2020  |  12:54 WIB
Pesawat R80 buatan Indonesia. - militerindonesiamy.blogspot.com
Pesawat R80 buatan Indonesia. - militerindonesiamy.blogspot.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembangan pesawat R80 diproyeksikan mengalami kemunduran fase. Setelah dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), program ini juga menghadapi tekanan dampak pandemi Covid-19.

Justin Djogo, Humas PT Regio Aviasi Industri (RAI), mengatakan bahwa sejak beberapa tahun terakhir pihaknya terlibat aktif dalam penyusunan Roadmap Industri Dirgantara yang saat ini dikoordinasikan oleh Kemenristek BRIN/ Lapan bersama dengan stakeholder industri yang lain.

"Sambil beradaptasi dengan perkembangan situasi terakhir, seperti pandemi Covid 19, diperkirakan akan terjadi kemunduran program [pengembangan R80]," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Senin (21/9/2020).

Djogo mengatakan fase full scale development baru akan dimulai pada akhir 2021, fase prototype production pada 2023, first flight pada akhir 2025, adapun sertifikasi direncanakan pada 2028.

"Inipun masih harus melihat perkembangan di negara-negara supplier yang terlibat dalam pengembangan R80," katanya.

Secara prinsip, penjualan atau kontrak dengan customer diproyeksikan bisa dilakukan di awal 2026, namun penyerahan pesawat pertama akan dilakukan setelah mendapat sertifikasi nasional yang diperkirakan 2028.

Proyek pengembangan pesawat R80 meliputi tiga fase. Pertama, fase desain konseptual alias kelayakan. Ini mencakup pembentukan desain awal, uji pasar, uji finansial dan bisnis, mencari konsumen, dan rencana bisnis.

Kedua, fase pengembangan kapasitas penuh. Pada fase ini mencakup pembuatan detil desain, prototipe, uji terbang, sertifikasi tipe dan produk serta persiapan industrialisasi atau produksi massal.

Pada fase ini, biaya yang dibutuhkan sangat besar. Saat ini proyek R80 dibiayai oleh crowfunding dari masyarakat, investor, dan divarikan oleh pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Ketiga, fase komersial. Ini adalah tahap produksi massal, penjualan, purnajual, dan pengembangan lebih lanjut. Biaya keseluruhan yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha R80 mencapai Rp20 triliun.

Itulah tiga fase yang harus ditempuh oleh proyek R80, akibat dari pandemi Covid-19 proyek ini juga terganggu karena ekonomi global yang sedang tidak stabil.

Selain itu, Presiden Jokowi pada akhir Mei 2020 memutuskan hanya akan melanjutkan beberapa pengerjaan PSN di tengah belum selesainya persoalan pandemi Covid-19. Dari rencana semula 245 proyek menjadi hanya 89 yang akan dilanjutkan.

Di antara proyek yang dicoret dari dartar PSN adalah R80 dan N245. Pada saat yang sama, pemerintah memasukkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau drone tempur program strategis 2020-2024.

Meski dicoret dari daftar PSN, Proyek Pesawat R80 tetap mendapatkan dukungan pemerintah. Setidaknya, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Regio Aviasi Industri (RAI) pada Senin (7/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lapan Proyek Strategis Pesawat R80
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top