Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenparekraf Fokus Bangun Ekonomi Digital di Sektor Musik

Kemenparekraf fokus pada tiga hal utama dalam membangun pertumbuhan ekonomi digital melalui sektor industri kreatif, termasuk salah satunya di bidang musik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 September 2020  |  14:15 WIB
Konser musik dine-in digelar untuk menghibur masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). - @madslanger
Konser musik dine-in digelar untuk menghibur masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). - @madslanger

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) menyatakan komitmennya untuk fokus membangun ekonomi digital di bidang industri hiburan, salah satunya di sektor musik.

Direktur Industri Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan Kemenparekraf Amin Abdullah mengatakan ekonomi digital akan menjadi keniscayaan di masa mendatang, tidak terkecuali di industri musik.

"Jadi cepat atau lambat, semakin kita lambat, semakin kita mengalami kerugian dari berubahnya analog ke digital," kata Amin Abdullah, dikutip dari Antara, Kamis (17/9/2020).

Amin mengatakan saat ini Kemenparekraf fokus pada tiga hal utama dalam membangun pertumbuhan ekonomi digital melalui sektor industri kreatif, termasuk salah satunya di bidang musik.

"Saya kira ada tiga hal untuk membangun ini. Pertama produk kreatif yang unggul di musik, kemudian kedua transformasi digital, ketiga entrepreneurship para musisi," ujarnya.

Dia menambahkan pandemi Covid-19 sekarang ini juga menjadi langkah baik dalam mengenalkan potensi ekonomi digital kepada para pelaku di industri musik Indonesia.

"Sebenarnya di satu sisi apa yang terjadi di zaman Covid-19 ini ada berkah dalam tanda kutip. Apa itu? Kita didorong untuk secepat mungkin masuk dalam era ekonomi digital," jelasnya.

Saat ini, menurutnya, Kemenparekraf juga telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk melihat potensi dari para pelaku industri musik dalam memanfaatkan era digital untuk memasarkan karyanya.

"Kami pun sebenarnya sudah ke daerah-daerah di mana kemudian jadi daerah super prioritas pariwisata juga kemungkinan digitalisasi. Di daerah itu untuk produksi mereka bagus. Cuma kan perlu sentuhan bagaimana untuk entrepreneurship dan digitalisasinya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Amin mengatakan bahwa para pelaku industri musik harus melihat bahwa ekonomi digital menjadi sebuah peluang baru untuk memonetisasi hasil karyanya.

"Jadi bukan sekadar karya yang adi luhung tapi bagaimana ini bisa mensejahterakan. Tidak ada tujuan lain dari ekonomi kreatif itu selain untuk mensejahterakan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf industri musik

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top