Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Regulasi Penanganan Covid Berlarut, Keengganan Investor ke Indonesia Bakal Berlanjut

Ada dua hal yang menjadikan calon investor tertarik menanamkan modal, yakni regulasi dan permintaan pasar.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 16 September 2020  |  20:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan saat menghadiri AHP Business Law Forum 2020 di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Forum ini mengangkat topik Omnibus Law: Terobosan Pemerintah bagi Pertumbuhan Ekonomi. Pembentukan Omnibus Law diharapkan dapat menarik investasi. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan saat menghadiri AHP Business Law Forum 2020 di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Forum ini mengangkat topik Omnibus Law: Terobosan Pemerintah bagi Pertumbuhan Ekonomi. Pembentukan Omnibus Law diharapkan dapat menarik investasi. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dianggap belum ramah terhadap calon investor. Terlihat dari 33 perusahaan yang merelokasi kantornya dari Tiongkok tahun lalu, tidak ada satupun yang nyantol ke Tanah Air.

Ekonom Center of Reform in Economics (Core), Indonesia Muhammad Ishak Razak mengatakan bahwa ada dua hal yang menjadikan calon investor itu tertarik menanamkan modal, yakni regulasi dan permintaan pasar.

“Kita lihat di Indonesia masih berjuang omnibus law apakah akan disahkan atau tidak. Bagi investor ini jadi sinyal investasi belum pasti karena tidak ada kejelasan,” katanya saat dihubungi, Rabu (16/9/2020).

Ishak menjelaskan bahwa regulasi tersebut masih belum pasti. Mereka tidak tahu sejauh mana akan menguntungkan pengusaha.

Sementara dari sisi permintaan, Indonesia sedang lesu akibat pandemi Covid-19. Ini terlihat dari pertumbuhan pada kuartal II/2020 yang terkontraksi. Bahkan Indonesia berada di ambang resesi.

“Nah kalau ini sampai tahun depan, kemungkinan akan berlanjut investor sulit masuk,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah sadari perlu ada peningkatan iklim investasi dan daya saing. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ada beberapa kebijakan yang disiapkan. Salah satunya adalah dari sisi regulasi.

”Segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja dengan DPR,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Pertumbuhan Ekonomi ekonomi regulasi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top