Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terungkap, 3 Penyebab Pencairan Insentif Kartu Prakerja Terlambat

Persoalan lainnya yang menyebabkan insentif Rp 600 ribu per orang per bulan itu terlambat cair adalah perubahan nomor telepon.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 September 2020  |  07:10 WIB
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. - Istimewa
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari mengungkap penyebab adanya keterlambatan dalam pencairan insentif kartu prakerja bagi penerima fasilitas yang telah menyelesaikan pelatihan.

"Persoalannya itu misalnya akun sudah tidak aktif," ujar Denni dalam konferensi video, Selasa (15/9/2020).

Di samping itu, bisa saja Nomor Induk Kependudukannya berbeda dengan yang didaftarkan, maupun tidak ditemukan di Data Kependudukan dan Catatan Sipil.

Persoalan lainnya yang menyebabkan insentif Rp 600 ribu per orang per bulan itu terlambat cair adalah perubahan nomor telepon.

Denni mengatakan nomor telepon saat mendaftar dan setelahnya harus tetap sama untuk dapat menerima insentif tersebut.

Sebabnya, kata Denni, 80 persen penerima memilih untuk menerima insentif melalui uang elektronik dan bukan melalui rekening bank. Opsi tersebut mewajibkan penerima melakukan pentautan rekening dan e-KYC.

 "Solusinya, kami sudah siapkan cara untuk unlink dan merelink atau me-link-kan kembali," ujarnya.

Selain itu, jajarannya terus meningkatkan literasi digital dan literasi keuangan bagi penerima Kartu Prakerja. Dengan demikian, persoalan ini kedepannya dapat diselesaikan.

Sebelumnya, Denni mengatakan sebanyak 1,2 juta pemegang Kartu Prakerja telah menerima insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600 ribu per bulan. Adapun setiap peserta dialokasikan bakal mendapatkan insentif Rp 600 ribu selama empat bulan.

"Nah ini sudah ada yang mendapat insentif sampai ke tahap keempat," ujar dia.

Denni mengatakan kecepatan pencairan dana bantuan tersebut juga berkaitan dengan dengan data yang berada di PMO, platform pelatihan, hingga peserta.

Penyaluran insentif akan lancar apabila tidak ada persoalan teknis, misalnya perubahan nomor telepon, nomor induk kependudukan, dan lainnya.

"Tiap hari kami melakukan pembayaran insentif untuk penerima kartu prakerja dengan kisaran 60-80 ribu orang per hari. Kami transfer ke rekening peserta," kata dia.

Saat ini, total dana insentif yang telah disalurkan kepada peserta adalah sebesar Rp 1,6 triliun. Meskipun demikian, Denni mengatakan masing-masing peserta berada pada tahapan pemberian insentif uang berbeda-beda.

"Ini ada yang baru Rp 600 ribu pertama, Rp 600 ribu kedua, jadi tunggu sajakarena menurut Permenko pun harus dijadwalkan tiap bulan, tidak bisa satu bulan dua kali. Ya ini perlu waktu agar semua orang dapat haknya yang Rp 600 ribu per bulan," ujar Denni.

Manajemen Prakerja bakal menetapkan 800 ribu penerima Kartu Prakerja Gelombang 8 pada esok hari. Sebelum adanya batch 8, jumlah penerima kartu prakerja adalah sebanyak 3.880.918 orang.

Dari jumlah penerima yang sudah tercatat dalam SK tersebut, sebanyak 3,2 juta orang telah membeli pelatihan. Sebanyak 2 juta di antaranya sudah menyelesaikan pelatihan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu prakerja

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top