Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Corona Hantam Properti Australia Kuartal II Tahun Ini

Bisnis properti Australia terhantam pandemi viorus corona jenis Covid-19 sehingga memberi kinerja buruk pada kuartal II tahun ini.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 15 September 2020  |  23:59 WIB
Residensial di Sydney, Australia./Bloomberg - Brendon Thorne
Residensial di Sydney, Australia./Bloomberg - Brendon Thorne

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti terbesar Australia merasakan beban penurunan akibat pandemi virus corona dengan harga properti Sydney dan Melbourne turun lebih dari 2 persen selama kuartal II/2020.

Satu-satunya yang terhindar jatuhnya harga properti adalah ibu kota Canberra, di mana nilai properti meningkat 0,8 persen selama periode yang sama, berdasarkan data kuartalan dari Biro Statistik Australia (ABS) yang dirilis pada Selasa (15/9/2020).

Harga hunian secara nasional turun 1,8 persen pada kuartal II, tetapi masih meningkat 6,2 persen dalam setahun terakhir hingga Juni. Semua ibu kota negara bagian mengalami kenaikan tahunan kecuali Perth dan Darwin, kata pejabat ABS Andrew Tomadini.

"Jumlah transaksi properti residensial turun secara substansial di delapan ibu kota selama kuartal Juni [kuartal II] 2020, karena efek Covid-19," kata Tomadini.

Di Sydney, harga rumah turun 2,6 persen, sementara harga apartemen turun 1,4 persen. Di Melbourne harga rumah turun 2,8 persen dibandingkan dengan penurunan nilai apartemen sebesar 1 persen.

ABS melaporkan total nilai saham perumahan negara turun Aus$98,2 miliar menjadi Aus$7,1 triliun selama kuartal tersebut. Dengan sekarang kembali ke posisi pada kuartal III/2019.

Harga rata-rata tempat tinggal di New South Wales turun hampir Aus$20.000 menjadi Aus$871.800, sementara di Victoria harga rata-rata turun Aus$17.500 menjadi Aus$736.800.

ABS juga menginformasikan bahwa harga rata-rata tempat tinggal di Australia Barat turun menjadi Aus$498.500, level terendah sejak biro menyusun data tersebut mulai 2011.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti australia

Sumber : The Sydney Morning Herald

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top