Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Developer Iskandar Waterfront Siap IPO, Bidik Rp18 Triliun

Developer Iskandar Waterfront City bersiap listing untuk mendapatkan dana yang akan digunakan untuk mulai menggarap megaproyek di Malaysia tersebut.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 15 September 2020  |  23:01 WIB
Iskandar Waterfront City
Iskandar Waterfront City

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang Malaysia Iskandar Waterfront Holdings (IWH) berencana untuk listing pada paruh pertama 2021 untuk mengumpulkan setidaknya 5 miliar ringgit (Rp18 triliun) setelah mendapatkan lampu hijau untuk mulai mengerjakan proyek besar, kata wakil ketua eksekutifnya.

Setoran 1,24 miliar ringgit dan pembayaran di muka yang diselesaikan pada Selasa memenuhi kewajiban kontrak awal kepada pemerintah untuk mengizinkan grup dan mitranya China Railway Engineering Corp (CREC) untuk mulai mengerjakan Bandar Malaysia.

Megaproyek di pinggiran pusat kota Kuala Lumpur awalnya diumumkan pada 2011, dibatalkan pada 2017, dan diaktifkan kembali pada April tahun ini.

Rencana IPO IWH telah bergantung pada kemajuan proyek multi-miliar tersebut, dan setelah membatalkan rencana untuk backdoor listing pada 2017, tahun lalu mereka menghidupkan kembali rencana untuk listing.

Wakil Ketua Eksekutif Lim Kang Hoo mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pembangunan infrastruktur dan pekerjaan tanah direncanakan dimulai pada awal tahun depan.

IWH bermaksud untuk mengajukan aplikasi IPO pada akhir tahun ini, dan menargetkan investor institusi jangka panjang seperti dana pensiun, kata Lim.

Dia mengatakan IWH bernilai 20 miliar ringgit, berdasarkan penilaian lebih dari 4.000 hektare lahan yang dimilikinya di selatan Semenanjung Malaysia. Rencananya adalah untuk meningkatkan minimal 25 persen dari nilai tersebut.

"Ini IPO yang sepenuhnya didukung aset. Membeli satu saham itu seperti membeli tanah seluas 1 ft persegi," ujarnya.

Lim mengatakan 3,7 miliar ringgit dari hasil IPO akan digunakan untuk melunasi utang yang timbul dari akuisisi 60 persen dari proyek Bandar Malaysia bersama CREC Sdn Bhd dari Kementerian Keuangan.

Proyek ini diharapkan berfungsi sebagai terminal untuk jalur rel kecepatan tinggi Kuala Lumpur–Singapura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti malaysia

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top