Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Rincian Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR 2021

Program padat karya tunai tahun depan di jalan dan jembatan senilai Rp3,01 triliun.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 14 September 2020  |  18:09 WIB
Kabupaten Program Padat Karya Tunai di Papua Barat - Istimewa
Kabupaten Program Padat Karya Tunai di Papua Barat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menetapkan anggaran program padat karya tunai (PKT) pada 2021 mendatang senilai Rp18,14 triliun.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan untuk bidang jalan dan jembatan saja, anggaran PKT tahun depan mencapai Rp3,01 triliun.

"Program padat karya tunai tahun depan di jalan dan jembatan senilai Rp3,01 triliun. Rinciannya yaitu untuk preservasi jalan senilai Rp1,05 triliun di 34 provinsi," ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI yang disiarkan secara daring Senin (14/9/2020).

Kemudian yang kedua adalah program preservasi jembatan senilai Rp460 miliar untuk 34 provinsi di Indonesia.

Ketiga adalah program revitalisasi drainase senilai Rp1,50 triliun untuk 34 provinsi di Indonesia. Sementara itu bidang lainnya dari program PKT adalah pembangunan bidang sumber daya air dengan anggaran Rp9,59 triliun.

Selanjutnya pembangunan bidang permukiman dengan anggaran Rp3,08 triliun. Lalu program pembangunan bidang perumahan senilai Rp2,46 triliun.

Adapun, program PKT disiapkan Kementerian PUPR sebagai salah satu upaya membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dilaksanakan oleh pemerintah bagi masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian PUPR Padat Karya Tunai
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top