Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jakarta, Perbaikan Industri Kimia Dasar Tertunda

Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) menyatakan rata-rata utilisasi kini telah stabil di level 40-60 persen selama Juni-Juli 2020 hingga saat ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 13 September 2020  |  17:14 WIB
Bahan kimia. - istimewa
Bahan kimia. - istimewa
Bisnis.com, JAKARTA - Kembali berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota membuat proyeksi pabrikan kimia dasar runyam.
Pasalnya, industriawan meramalkan utilisasi pabrikan akan sedikit terangkat pada September 2020, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru kembali membatasi pergerakan manusia dan barang.
 
Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) menyatakan rata-rata utilisasi kini telah stabil di level 40-60 persen selama Juni-Juli 2020 hingga saat ini. Angka tersebut membaik dari masa awal pandemi yakni di bawah 50 persen.
 
"[PSBB penuh] ini akibatnya terjadi hambatan di banyak hal. Karyawan pergi ke pabrik susah. Pengiriman bahan baku terhambat. Pengiriman barang jadi yang dibutuhkan industri hulu jadi berantakan," kata Ketua Umum Akida Michael Susanto Pardi kepada Bisnis, Minggu (13/9/2020).
 
Michael berharap pemerintah Provinsi DKI tetap mempertahankan PSBB transisi, dengan catatan beberapa protokol di titik zona merah diperketat. Michael mengusulkan agar pengetatan protokol kesehatan yang dilakukan tidak berskala besar.
 
Pasalnya, Michael meramalkan akan terjadi peningkatan utilisasi pabrikan pada akhir kuartal III/2020 jika tidak ada PSBB penuh. Menurutnya, kenaikan tersebut dibutuhkan lantaran rata-rata utilisasi turun tipis per Agustus 2020.
 
Walakin, Michael memproyeksikan utilisasi pabrikan kimia dasar tidak akan banyak bergerak dari kisaran 40-60 persen hingga akhir 2020. Akan tetapi, proyeksi pergerakan utilisasi tersebut dengan tidak memasukkan variabel kembali diberlakukannya PSBB penuh di Ibu Kota.
 
"Kondisi stabil dari Agustus sampai Desember pun sudah merupakan berita baik buat kami. [Pemberlakuan kembali PSBB penuh] ini takutnya malah terjadi kemunduran," ucapnya.
 
Walau demikian, Michael menyampaikan angin segar datang dari daerah lain yang belum tentu mengikuti langkah Pemerintah Provinsi DKI.
Selain itu, Akida juga telah meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar berkas IOMKI yang telah dimiliki pabrikan sejak awal pandemi dapat kembali digunakan pada PSBB penuh per September 2020.
 
Seperti diketahui, pelaksanaan PSBB penuh pada awal pandemi membuat permintaan pada industri kimia dasar anorganik anjlok. Akida mendata pendapatan rata-rata pabrikan anjlok 20-40 persen secara tahunan pada semester I/2020.
 
Penurunan permintaan tersebut membuat Akida harus merevisi proyeksi pertumbuhan produksi industri yang tadinya berpotensi positif menjadi hampir mustahil bahkan untuk mencapai level 0 persen.
 
"Bisa 0 persen saja menurut saya hampir impossible. [Kami] belum bisa prediksi berapa negatif [pertumbuhan produksinya] tahun ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kimia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top