Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sambung Nyawa Pengusaha di PSBB Jilid II, Anggaran PEN Perlu Ditambah?

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani meminta pemerintah dapat menambah anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi para pelaku usaha guna menyambung nafas selama PBBB Jilid II dijalankan selama 2 pekan ke depan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 13 September 2020  |  21:06 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani. Pelaku usaha yang masih dalam posisi bertahan harus menerima kenyataan bahwa proses pemulihan bisnis akan berlangsung sedikit lebih lama dengan adanya PSBB Jilid II.  - JIBI/Dedi Gunawan
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani. Pelaku usaha yang masih dalam posisi bertahan harus menerima kenyataan bahwa proses pemulihan bisnis akan berlangsung sedikit lebih lama dengan adanya PSBB Jilid II. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani meminta pemerintah dapat menambah anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi para pelaku usaha guna menyambung nafas selama PBBB Jilid II dijalankan selama 2 pekan ke depan.

Pasalnya, kata Rosan, para pelaku usaha tidak memiliki pilihan lain kecuali bertahan menerima dampak dari keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mulai diterapkan pada Senin (14/9/2020).

"Pemerintah diharapkan menambah anggaran pengaman sosial bagi pelaku usaha, karena cash flow masih menjadi masalah utama. Semoga pemerintah bisa meningkatkan anggaran PEN untuk menyambung nafas para pelaku usaha," kata Rosan kepada Bisnis, Minggu (13/9/2020).

Selanjutnya, Rosan mengatakan pelaku usaha yang masih dalam posisi bertahan harus menerima kenyataan bahwa proses pemulihan bisnis akan berlangsung sedikit lebih lama dengan adanya PSBB Jilid II.

Seperti diketahui, dalam kebijakan penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta mulai Senin pekan depan sejumlah pusat kegiatan tetap dapat beroperasi dengan berbagai ketentuan, termasuk tempat-tempat usaha yang berkaitan dengan pangan, makanan, dan minuman.

Kebijakan tersebut mengizinkan restoran, kafe, dan rumah makan untuk tetap beroperasi dengan ketentuan tidak boleh menerima tamu di tempat dan hanya menerima pesan antar atau bawa pulang.

Adapun, jika ditemukan kasus positif di tempat-tempat usaha yang diberi izin operasi tersebut, maka seluruh usaha dan kegiatan harus ditutup paling singkat selama 3 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin indonesia covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top