Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kalbe Berharap Harga Vaksin di Kisaran US$10 per Dosis

PT Kalbe Farma Tbk. mengklaim masih terus melakukan koordinasi dengan Genexine atau perusahaan obat biologi dari Korea Selatan terkait dengan pengembangan vaksin dalam upaya penanggulangan Covid-19.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 09 September 2020  |  16:25 WIB
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius dalam rapat umum pemegang saham 2019 di Jakarta, Senin (18/5/2020).  - Kalbe
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius dalam rapat umum pemegang saham 2019 di Jakarta, Senin (18/5/2020). - Kalbe

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kalbe Farma Tbk. mengklaim masih terus melakukan koordinasi dengan Genexine atau perusahaan obat biologi dari Korea Selatan terkait dengan pengembangan vaksin dalam upaya penanggulangan Covid-19.

Berbeda dengan kolaborasi PT Bio Farma dan Sinovac, PT Kable Farma dan G42/Sinopharm yang juga mengembangkan vaksin menggunakan platform inactivated virus, Kalbe dan Genexine menggunakan platform DNA.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius mengatakan potensi nilai bisnis dari pengembangan vaksin ini masih terus diperhitungkan. Alhasil, jika ada lembaga yang menghitung perkiraan penjualan vaksin akan mencapai Rp7,5 triliun hal itu dipastikan bukan dari sumber perhitungan perseroan.

"Saya tidak tahu asumsi yang diperhitungkan dalam potensi ini, perkiraan Kalbe semuanya sedang dikoordinasikan dengan konsorsium vaksin yang sedang berjalan," katanya kepada Bisnis, Rabu (9/9/2020).

Vidjongtius hanya mengharapkan akan mendapatkan harga sekitar US$10 per dosis untuk vaksin milik perseroan tersebut. Kendati demikian, harga ini belum difinalkan mengingat proses uji klinis yang belum rampung.

Dia menyebut saat ini uji klinis fase 1 sedang berjalan di Korea selatan. Di dalam negeri, perseroan bersama konsorsium Indonesia sedang koordinasi dengan BPOM untuk protokol uji klinis fase 2 yang diharapkan akan di mulai di kuartal IV/2020.

"Jika uji klinisnya berhasil maka diharapkan pertengahan 2021 produk vaksin sudah bisa didapat," ujarnya.

Pastinya, Vidjongtius mengemukakan potensi pasar vaksin ini akan ditujukan untuk semua segmen masyarakat ke depan. Meski ditahap awal perseroan akan berkoordinasi dengan kebijakan pemerintah dan sektor swasta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin kalbe farma
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top