Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Progres Proyek Pencegah Banjir Bandang di Luwu Utara

Kementerian PUPR melaporkan progres pekerjaan pembangunan tanggul sementara dalam penanganan pasca banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 08 September 2020  |  10:20 WIB
Lumpur akibat banjir bandang menutupi landasan pacu Bandara Andi Jemma Masamba, Luwu Utara, Selasa (14/7/2020). Banjir bandang yang terjadi pada Senin (13/7/2020) tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas bandara terendam banjir dan berdampak pada lumpuhnya operasional penerbangan. ANTARA FOTO -
Lumpur akibat banjir bandang menutupi landasan pacu Bandara Andi Jemma Masamba, Luwu Utara, Selasa (14/7/2020). Banjir bandang yang terjadi pada Senin (13/7/2020) tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas bandara terendam banjir dan berdampak pada lumpuhnya operasional penerbangan. ANTARA FOTO -

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan penanganan pasca banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan yang terjadi pada Senin (13/7/2020) lalu akibat luapan air Sungai Masamba, Sungai Radda (anak Sungai Masamba), dan Sungai Rongkong.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan sejak masa tanggap darurat, Kementerian PUPR masih mengoperasikan 30 unit excavator, 4 unit Dozer, 29 unit Dump Truck, dan 22 unit pompa air alkon ke enam kecamatan terdampak yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Malangke Barat, dan Malangke serta di Desa Radda yang kondisinya paling parah akibat banjir bandang.

Basuki telah menginstruksikan agar lumpur pasir yang dibersihkan dari permukiman dikumpulkan dan dimasukkan ke geobag untuk dimanfaatkan menjadi tanggul sementara di bantaran tiga sungai (Rongkong, Radda dan Masamba) agar tidak terjadi luapan material dari sungai-sungai tersebut saat terjadi hujan di hulu.

"Untuk penanganan permanen nantinya dilakukan normalisasi sungai dengan pengerukan, perbaikan alur sungai dan pembuatan tanggul sungai dengan struktur permanen," kata Menteri Basuki dalam siaran pers, Selasa (8/9/2020).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasyid mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengerjakan tanggul sementara pada Sungai Masamba sepanjang 3.350 meter, Sungai Radda (anak Sungai Masamba) sepanjang 2.000 meter, Sungai Rongkong sepanjang 1.218 meter, dan pembangunan intake dan jaringan air baku Maipi. Saat ini progres pekerjaan pembangunan tanggul sementara telah mencapai 64,83 persen.

Pekerjaan tanggul sementara di Sungai Radda mencakup pembuatan geotextile/tanggul di kiri maupun kanan, dan Rip-Rap aliran sungai telah dimulai sejak 30 Juli 2020. Tercatat hingga 5 September 2020 pekerjaan tersebut sudah tertangani sepanjang 1.021 meter.

Untuk di Sungai Masamba, pekerjaan tanggul sementara dan pembuatan geotextile pada kiri (1.800 m) dan kanan (1.550 m) aliran sungai sudah terpasang seluruhnya sepanjang 3.335 meter. Sebanyak 6 unit excavator, 1 unit bulldozer, 5 unit dump truck untuk penggalian sedimen di Sungai Masamba.

Selanjutnya untuk pekerjaan tanggul sementara di Sungai Rongkong dan pembuatan Geotextile/tanggul pada kiri (168 m) dan kanan (1.050 m) aliran sungai telah dilaksanakan sepanjang 1.435 meter dari rencana 1.218 meter. Total sebanyak 8 unit excavator dan 3 unit bulldozer dikerahkan untuk penggalian sedimen Sungai Rongkong, dan 2 unit excavator untuk pemasangan geotextile.

Selain itu dilakukan pekerjaan pembuatan Intake dan Jaringan Air Baku Maipi berupa broncaptering, pengadaan pipa GIP 300 mm sepanjang 2.159 meter (360 batang pipa), pemasangan pipa GIP 300 mm sepanjang 2.159 meter (360 batang pipa), dan pembuatan 2 buah jembatan pelintas.

Dalam penanganan darurat, Kementerian PUPR juga didukung oleh PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya yang tengah melaksanakan pembangunan Daerah Irigasi Baliase di dekat lokasi bencana, sehingga memudahkan memobilisasi alat berat dan personel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur Kementerian PUPR
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top