Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Ramal Penerimaan Perpajakan 2020 Meleset, Bagaimana Nasib di 2021?

Meskipun penerimaan tahun ini meleset, Sri Mulyani meyakini penerimaan pajak tahun depan akan tetap tumbuh. Perluasan basis penerimaan pajak akan dikejar pada tahun depan dan seterusnya.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 01 September 2020  |  15:43 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menyinggung potensi tidak tercapainya target penerimaan perpajakan pada tahun anggaran 2020.

Pernyataan itu diungkapkan bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia saat membacakan pidato tanggapan pemerintah atas pendapat fraksi di DPR terkait RAPBN 2021.

Sri Mulyani mengatakan bahwa harus diantisipasi bahwa berdasarkan data terbaru, risiko ketidakpastian akibat Covid-19 masih relatif tinggi.

Dengan demikian, outlook realisasi penerimaan perpajakan termasuk pajak diperkirakan akan lebih rendah dari yang ditargetkan di tahun 2020.

"Ini akan membuat rasio perpajakan akan lebih rendah dari yang diperkirakan. Kondisi ini juga akan berdampak terhadap potensi penerimaan perpajakan di tahun 2021," kata Sri Mulyani, Selasa (1/9/2020).

Dalam catatan Bisnis, khusus penerimaan pajak. tahun ini, outlook penerimaan pajak yang beredar berada - versi pemerintah - di minus 10 persen hingga 14 persen atau dari kisaran Rp1.198,8 triliun hingga Rp1.146,13 triliun. 

Artinya, dengan target penerimaan pajak 2021 senilai Rp1.268,5 triliun atau tumbuh 5,8 persen, jika skenario minus 14 persen terjadi, maka pertumbuhan penerimaan pajak tahun 2021 berpotensi membengkak di kisaran 10,6 persen.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa perluasan basis penerimaan pajak akan menjadi kunci keberhasilan upaya optimalisasi penerimaan pajak pada tahun 2021 dan pada tahun-tahun yang akan datang.

"Hal ini akan dapat diwujudkan apabila program reformasi perpajakan yang saat ini sedang dilaksanakan terus diperkuat dan diakselerasi," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani penerimaan pajak
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top