Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Piutang Pajak Jadi Sorotan DPR, Ini Kata Dirjen Pajak

pembengkakan piutang pajak terjadi bisa karena ketetapan pajak yang disampaikan ke wajib pajak dan putusan pengadilan pajak.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  15:25 WIB
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo. Bisnis - Abdullah Azzam
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Persoalan pembengkakan jumlah piutang pajak menjadi sorotan serius sejumlah Komisi XI DPR selama rapat kerja (Raker) dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dalam raker tersebut, DPR meminta pemerintah mengidentifikasi dan segera memberikan solusi supaya masalah piutang pajak segera tak menjadi temuan rutin BPK.

Menanggapi hal itu, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo pajak tidak menampik kondisi tersebut. Suryo mengatakan bahwa pembengkakan piutang pajak terjadi bisa karena ketetapan pajak yang disampaikan ke wajib pajak dan putusan pengadilan pajak.

"Kami telah melakukan secara aktif kegiatan penagihan yang sudah ditentukan oleh undang-undang,"  kata Suryo, Rabu (26/8/2020).

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) audited jumlah piutang pajak per 31 Desember 2019 mencapai Rp94,69 triliun atau naik dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp81,47 triliun.

Suryo menambahkan otoritas telah melakukan sejumlah terobosan untuk mendorong optimalisasi penagihan piutang pajak. Pihaknya kini terus membangun sistem salah satunya terkoneksi dengan pengadilan pajak.

Pemerintah juga terus mengidentifikasi jenis-jenis piutang mulai dari piutang yang lancar atau piutang yang macet. Pengidentifikasian piutang ini dimaksudkan untuk memudahkan petugas pajak dalam melakukan penagihan piutang pajak.

"Saya setuju, perbaikan sistem pengendalian intern [SPI] ini penting untuk di-deploy [supaya piutang tak menumpuk]," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak dpr sri mulyani
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top