Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Progres KPBU Bandara Hang Nadim dan Bandara Singkawang

Kemenhub menjelaskan kondisi terkini soal progres KPBU Bandara Singkawang dan Bandara Hang Nadim.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  14:23 WIB
Petugas melintas di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4). - JIBI/Dwi Prasetya
Petugas melintas di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan salah satu proyek bandara yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) yakni Bandara Singkawang di Kalimantan Barat akan mulai masuk dalam tahap pra studi kelayakan akhir pada September 2020.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menyampaikan terkait dengan KPBU bandara Singkawang saat ini sedang menunggu penerbitan persetujuan project development fund (PDF) dari Menteri Keuangan. Awal September 2020, PT Penjamin Infrastruktur Indonesia diperkirakan akan ditunjuk dalam penyusunan final business case atau prastudi kelayakan akhir.

Setelah tahap persiapan OBC dan FBC selesai, proyek akan memasuki persiapan tender, bid award, penandatanganan perjanjian hingga financial closing (pembiayaan). Selanjutnya, baru bisa untuk masuk ke tahap konstruksi dan pengoperasian.

“Masih cukup panjang prosesnya. Sementara itu, terkait dengan salah satu proyek yang dikaji PT PII, yakni bandara Hang Nadim Batam, penanggung jawab proyek ini adalah BP Batam, sehingga progres proyek menjadi tangggung jawab mereka,” jelasnya, Senin (31/8/2020).

Sementara itu, VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan menegaskan pandemi tidak menyurutkan minat perseroan untuk tetap terlibat dalam pengeloaan bandara di Hang Nadim, Batam. Pembangunan dan pengelolaan bandara memiliki potensi dan prospek ekonomi secara jangka panjang.

Saat ini, dia juga tidak menyebutkan adanya kendala terkait dengan pendanaan proyek, karena perseroan masih memiliki kas internal yang memadai dan bisa ditambah dengan penggalangan dana secara eksternal. Namun, sejauh ini rencana pembiayaan secara eksternal memang masih dikaji.

“Proses masih berlanjut, pembiayaan Insyaallah tidak ada masalah. Kami juga optimistis pertumbuhan trafik yang terjadi belakangan ini akan menambah struktur finasial ke depan,” ujarnya.

Pihaknya telah menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) untuk mengikuti seleksi pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kerja sama tersebut dilakukan lewat pendatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan pada awal Januari 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub bandara angkasa pura i
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top