Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Chatib Basri: Kurva Pemulihan Ekonomi Indonesia Berbentuk U Selama Tak Ada Vaksin

Artinya ekonomi harus beroperasi dibawah 100%. Dengan kondisi ini, Chatib menilai pemulihan akan berbentuk U, bukan V.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  07:51 WIB
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani

Bisnis.com, JAKARTA - Pemulihan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berjalan lambat dengan model berbentuk kurva U, selama vaksin Covid-19 belum selesai.

Ekonom Universitas Indonesia yang juga mantan menteri keuangan Chatib Basri menilai sebelum vaksin selesai, protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

"Artinya ekonomi harus beroperasi dibawah 100%. Dengan kondisi ini, maka pemulihan akan berbentuk U, bukan V,

Sementara itu, dia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini masih mengalami perlambatan.

Terkait dengan vaksin, Chatib menghitung kemampuan Indonesia mengadakan vaksinasi pada tahun depan.

Jika vaksin Covid-19 tersedia pada Januari 2021, maka orang tua dan orang dengan komorbid atau penyakit bawaan harus diutamakan menerima vaksin.

Chatib mengandaikan jumlah kelompok utama tersebut sebanyak 25 juta. Angka ini sangat konservatif, menurutnya.

Dengan mengacu pada jumlah hari dalam setahun, Chatib memperkirakan Indonesia harus memberikan vaksin sebanyak 68.000 orang per hari. Vaksin ini harus diberikan dalam waktu satu tahun. Sementara itu, pemberian vaksin harus dilakukan dua kali.

"Mampukah kita memvaksin 68.000 per hari. Saya tidak tahu," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chatib basri vaksin Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top