Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tekan Impor Minyak Mentah, Pertamina Bakal Genjot Kinerja Hulu

Pertamina akan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi sampai dengan 2024 hingga 910.000 barel setara minyak per hari.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  21:00 WIB
Karyawan Pertamina melakukan pengawasan di fasilitas RU V Balikpapan. Istimewa - Pertamina
Karyawan Pertamina melakukan pengawasan di fasilitas RU V Balikpapan. Istimewa - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA — Untuk menekan impor minyak yang diproyeksikan meningkat guna memasok kebutuhan kilang, PT Pertamina (Persero) bakal menggenjot kinerja produksi sektor hulu.

Direktur PT Pertamina Hulu Energi (Subholding Hulu) Pertamina Budiman Parhusip memaparkan bahwa hingga 5 tahun ke depan, pihaknya bakal secara perlahan meningkatkan produksi.

Perseroan akan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi sampai dengan 2024 hingga 910.000 barel setara minyak per hari (boepd) yang terdiri atas produksi minyak 380.000 barel per hari dan gas 530 MMscfd.

Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan target hingga akhir tahun ini yakni 725.000 boepd dengan perincian 310.000 bph minyak mentah dan 415 MMscfd gas.

"Hal-hal yang kami lakukan untuk mempertahankan produksi bahwa kita me-manage eksisting base yang mayoritas mature oil field dengan cara eksplorasi di eksisting, sehingga apabila ada penemuan bisa cepat kita develop, dan kita agresif melakukan pengeboran dan workover sumur," katanya pada rapat dengar pendapat PT Pertamina dengan Komisi VII DPR, Senin (31/8/2020).

Budiman menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan yang menunjang produksi akan terus ditingkatkan setiap tahunnya mulai dari pengeboran sumur eksplorasi, sumur eksploitasi, workover, dan well services.

Untuk pengeboran sumur eksplorasi, katanya, pada tahun ini ditargetkan sebanyak 14 sumur dan akan meningkat menjadi 17 sumur pada 2021, 20 sumur pada 2022, 26 sumur pada 2023, dan 27 sumur pada 2024.

Sementara itu, pengeboran sumur eksploitasi sebanyak 244 sumur pada 2020 dan 2021, dan meningkat menjadi 298 sumur pada 2022, dan melonjak menjadi 437 sumur pada 2023, serta 615 sumur pada 2024.

Selain itu, untuk kegiatan kerja ulang sumur atau workover tahun ini ditargetkan pada 554 sumur dan ditargetkan turun menjadi 441 sumur tahun depan dan kembali meningkat pada 2022 menjadi 560 sumur, dan pada 2023 menjadi 527 sumur dan kegiatan workover pada 2024 menjadi 583 sumur.

Pertamina turut melakukan well service pada 11.513 sumur pada 2020, meningkat menjadi 16.122 sumur pada 2021. Pada 2022, well service dilakukan pada 18.606 sumur. Sementara itu, pada 2023 dilakukan pada 18.443 sumur dan 2024 dilakukan pada 18.270 sumur.

"Untuk sumur eksplorasi 2020, 14 sumur eksplorasi kami sudah hampir selesai mengebor delapan sumur eksplorasi, eksploitasi sekitar 224 sumur, dan pencapaian kami sekarang 169 sumur eksploitasi telah selesai dan produksinya menopang produksi pada 2020 ini," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top