Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja di Bawah Target, Pertamina EP Diminta Tingkatkan Produksi

Berdasarkan data SKK Migas per 31 Juli 2020, produksi minyak Pertamina EP 80.336 bph dan lifting minyak 78.661 bph dengan pencapaian 87 persen terhadap target lifting APBN.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  08:08 WIB
Pekerja PT Pertamina EP melakukan monitoring Fasilitas Produksi Gas. BISNIS.COM
Pekerja PT Pertamina EP melakukan monitoring Fasilitas Produksi Gas. BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mendesak PT Pertamina EP untuk meningkatkan produksi dan produksi siap jual minyak dan gas bumi.

Desakan itu seiring dengan kinerja anak usaha Pertamina tersebut yang masih berada di bawah target.

Berdasarkan data SKK Migas per 31 Juli 2020, produksi minyak Pertamina EP sebesar 80.336 barel per hari (bph) dan lifting minyak sebesar 78.661 bph dengan pencapaian 87 persen terhadap target lifting APBN yaitu 90.000 bph.

Sementara itu, untuk gas, realisasi produksi sebesar 866 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dan lifting gas sebesar 667 MMscfd atau 85 persen dari target APBN sebesar 787 MMscfd.

Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan bahwa realisasi kinerja Pertamina EP berada di bawah rata-rata nasional yang saat ini sebesar 96,5 persen untuk lifting minyak dan 93,5 persen untuk salur gas dari target APBN.

"Sebelumnya pada Juni 2020, manajemen SKK Migas telah berkoordinasi dengan Dirut Pertamina untuk meminta Pertamina EP melakukan optimalisasi kegiatan operasinya. Namun, kami monitor kinerja mereka hingga kini masih di bawah target," katanya melalui siaran pers, Kamis (27/8/2020).

SKK Migas kembali meminta Pertamina EP agar mengoptimalkan kinerja mereka sesuai dengan target yang telah disepakati bersama dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2020.

Untuk mengejar target pada sisa periode tahun ini, SKK Migas meminta Pertamina fokus pada peningkatan kegiata sumur pengembangan, kerja ulang, dan perawatan sumur.

"Kegiatan sumur pengeboran baru terealisasi 43 dari 96 kegiatan, kegiatan kerja ulang 99 dari 204 kegiatan, dan untuk perawatan sumur 1.844 dari 2.862 kegiatan, hal ini yang menyebabkan pencapaian produksi dan lifting migas belum tercapai," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina skk migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top