Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pebisnis Properti Mulai Melihat Titik Cerah Kebangkitan Pasar

Para pelaku bisnis properti mulai melihat titik cerah kebangkitan pasar meski pandemi corona belum pergi dari Indonesia.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  23:57 WIB
Wajah properti Jakarta./Antara - M. Agung Rajasa
Wajah properti Jakarta./Antara - M. Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Bangkitnya perekonomian nasional terus menyeruak di tengah pandemi Covid-19, salah satunya dari sektor properti yang terkena dampak cukup parah pada saat awal wabah virus corona itu masuk Indonesia.

Optimisme akan bangkitnya pasar properti pada masa pandemi Covid-19 ini muncul dari keyakinan pelaku pasar properti bahwa masa pandemic covid-19 adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di dunia properti.

Pasalnya, banyak pemilik properti ingin melepas asetnya untuk kebutuhan bisnis atau personal, selain itu, pelaku pasar properti tengah menahan diri.

Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank BTN Romeo Daniel Makenru Van Enst mengatakan program dan promo-promo yang diluncurkan BTN di masa pandemi mendapat respon positif dari masyarakat.

“Program dan promo BTN selama pandemi sangat diminati, amat sangat efektif. Target kita bulan ini Rp875 miliar untuk KPR, saat ini dengan sisa waktu yang ada sudah capai 70%.  Tapi ada notice nya, harga yang diatas Rp1 miliar masih perlu effort,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (26/8/2020).

Guna memfasilitasi konsumen dalam mencari hunian saat pandemic, BTN meningkatkan layanan digital mereka di www.btnproperti.co.id, dan menggelar pameran properti virtual bertajuk Indonesia Property Expo 2020 dari 22 Agustus 2020 hingga akhir September mendatang.

“Sahabat keluarga Indonesia bisa mencari hunian lewat website kami. KPR from Home, Stay at Home, investasi lebih mudah dengan BTN. Dirumah bisa pilih unit, pilih property,” katanya.

Program KPR From Home merupakan terobosan yang dilakukan BTN dimasa pandemic ini. Program ini melibatkan 38 develover dengan ratusan project pilihan.

GM Marekting & Sales Harvest City Piter Simponi menuturkan saat pandemi ini merupakan saat yang tepat untuk membeli properti.

Hal itu dikarenakan optimisme bahwa pasar properti akan kembali bangkit. Hanya saja untuk itu diperlukan kolaborasi di semua sektor, dari pemasaran, promosi dan hingga pembiayaan.

Dia menilai pelaku industri properti saat ini harus bisa berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Harvest City sendiri telah melakukan berbagai upaya agar menjadi brand yang sangat aware dengan kondisi new normal.

“Dari sisi arsitektur kita sudah mengikuti saran dari WHO yang harus memastikan sirkulasi udara yang baik, kualitasnya terjaga, lingkungan yang asri. Di luar itu juga, Harves City sudah di support oleh provider internet untuk memastikan work from home atau school from home berjalan lancar,” tuturnya.

Sales Sales Manager Crown Group Indonesia Rieza Arief berpendapat saat pandemi ini investasi di Australia akan sangat menguntungkan karena Australia sendiri merupakan Negara yang ekonominya telah pulih.

Menurutnya, hingga kini orang Indonesia masih merupakan pembeli properti terbanyak kelima sejak 2010.

“Saat ini ada kecendrungan kenaikan dari 2016. Dahulu tujuan utama investasi orang indonesia itu adalah di singapura, baru kemudian Australia, tapi di singapura pajak pembelian naik dan sudah tidak captive lagi untuk investor Indonesia,” tuturnya

Pengamat properti dari Epic Property M. Gali Ade Novran mengatakan dampak Covid-19 hanya mengoreksi pejualan pasar properti pada Maret dan April. Setelah itu, pemulihannya sangat cepat. Ini menandari bahwa industri properti akan bisa bangkit kembali.

Novran mengungkapkan membeli properti pada masa pandemi ini sangat menguntungkan karena masa Covid-19 adalah right time to buy, sangat tepat untuk membeli properti.

“Sekarang pemilik properti lama sebetulnya cenderung ingin melepas asetnya untuk kebutuhan bisnis dan personal,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top