Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Modernland Naik 11,73 Persen, Ditopang Residensial & Industri

Proyek properti residensial, kawasan industri, dan hospitaliti menjadi penopang utama penjualan Moderland Realty sehingga marketing sales sepanjang 2019 meningkat sebesar 11,73 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  20:29 WIB
PT Modernland Realty Tbk. menggelar RUPST dan RUPSLB di Jakarta pada Rabu (26/8/2020) Agustus 2020. Falam gambar (kanan ke kiri) Direktur David Iman Santosa, Direktur Dharma Mitra, Direktur Utama William Honoris, Komisaris Independen Iwan Suryawijaya, Komisaris Edwyn Lim, dan Komisaris Independen Nita Tanawidjaja. - Istimewa
PT Modernland Realty Tbk. menggelar RUPST dan RUPSLB di Jakarta pada Rabu (26/8/2020) Agustus 2020. Falam gambar (kanan ke kiri) Direktur David Iman Santosa, Direktur Dharma Mitra, Direktur Utama William Honoris, Komisaris Independen Iwan Suryawijaya, Komisaris Edwyn Lim, dan Komisaris Independen Nita Tanawidjaja. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan residensial yang diikuti oleh industrial serta hospitaliti menjadi penopang kinerja PT Modernland Realty Tbk. sehingga marketing sales sepanjang 2019 meningkat sebesar 11,73 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Rabu (26/8/2020) terungkap bahwa perseroan mencatatkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp2,37 triliun.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Modernland Realty Tbk. Steffi Grace Darmawan, raihan tersebut tumbuh 11,73 persen atau setara Rp249,07 miliar dibandingkan dengan realisasi 2018 yang sebesar Rp2,12 triliun.

“Peningkatan pendapatan terutama disebabkan meningkatnya penjualan bersih residensial dan kawasan industri sebesar Rp229,66 miliar serta pendapatan dari hospitaliti sebesar Rp19,41 miliar,” ungkapnya.

Dia mengakui bahwa pandemi Covid-19 menekan kinerja finansial emiten properti yang berkode saham MDLN tersebut sehingga perseroan memprediksi marketing sales pada tahun ini berpotensi turun dibandingkan dengan 2019.

Meski demikian, Steffi mengutarakan perseroan telah melakukan sejumlah langkah untuk terus menggenjot penjualan seperti menerapkan diskon dan memacu promosi.

Perseroan tetap mengupayakan berbagai alternatif untuk memenuhi semua kewajiban Perseroan termasuk mendongkrak penjualan aset melalui promosi dan diskon serta meningkatkan kolektabilitas piutang. Di sisi lain, perseroan juga melakukan efisiensi pengeluaran biaya operasional,” ujar Steffi.

Menurut catatan Bisnis.com, Modernland memiliki sejumlah proyek pengembangan township, residensial, kawasan industri, serta hospitaliti dan komersial.

Township yang dikembangkan Modernland meliputi Kota Modern. Jakarta Garden City, Asya, Modern Bekasi Residential and Industrial Park, serta Moderland Cilejit.

Perusahaan itu juga mengembangkan sejumlah proyek residensial yakni Modern Hill, Modern Park, Puri Teratai, Puri Mas, Puri Kencana, dan Bukit Cibadak Indah.

Modernland juga mengembangkan dua tahap Modern Cikande Industrial Estate serta Novotel Gadjah Mada, Modern Golf & Country Club, Hotel Swiss-Belinn Modern Cikande, dan Heritage Walk, wisata kuliner di gedung Candra Naya, situs cagar budaya di Jakarta Utara.

RUPST dan RUPSLB pada Rabu ini juga menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan konsolidasian dan laporan tahunan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada anggota direksi dan dewan komisaris perseroan terkait tahun buku tersebut.

Pada saat bersamaan rapat juga menyetujui penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2019 yang digunakan untuk cadangan biaya operasional.

Perseroan juga menerima pengunduran diri L.H. Freddy Chan selaku Wakil Direktur Utama dan pada saat bersamaan menerima pengangkatan David Iman Santosa menjadi Direktur Urban Development perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti modernland
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top