Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China, India, Singapura Pimpin Pemulihan Perkantoran Asia

Bisnis properti subsektor perkantoran mulai bangkit kembali dengan China memimpin pasar, diikuti India dan Singapura.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  20:49 WIB
Wajah perkantoran di area komersial Singapura./Bloomberg - Seong Joon Cho
Wajah perkantoran di area komersial Singapura./Bloomberg - Seong Joon Cho

Bisnis.com, JAKARTA – Colliers International merilis The Future of the Office Space Report yang menyebutkan empat masalah utama yang penting bagi masa depan sektor perkantoran yakni pada aspek fundamentalnya, ruang kantor baru, evolusi ruang kerja yang fleksibel, dan sentimen investor pada masa yang tidak pasti.

Executive Director Research Asia Colliers Andrew Haskins mengatakan permintaan perkantoran tampaknya sudah meningkat di China.

"Permintaan harus tetap kuat di Bangalore (India), kota dengan prospek pertumbuhan jangka panjang tertinggi di Asia Pasifik dan pusat teknologi utama," ujarnya dalam siaran pers pada Selasa (25/8/2020).

Dia optimistis tentang pemulihan jangka menengah dalam penyerapan di Singapura, yang semakin muncul sebagai lokasi penyewa paling populer di Asia.

Lalu untuk Hong Kong, permintaan ruang perkantoran dari lokal dan China daratan harus mengimbangi kemungkinan permintaan yang lebih rendah dari grup multinasional.

Sementara untuk di Tokyo, Jepang, minat perusahaan yang berkelanjutan di Tokyo harus mendukung pertumbuhan di sana, meskipun ada tanda-tanda kerja jarak jauh yang lebih besar di sektor teknologi daripada di tempat lain.

Managing Director Occupier Services Asia Sam Harvey Jones berpendapat kantor akan mempertahankan peran kunci dalam strategi real estat. "Kami berharap beberapa perusahaan akan beralih ke strategi real estat yang lebih beragam dan berdasarkan pilihan karyawan."

Hal ini mungkin termasuk kerja jarak jauh dengan kondisi ruang kerja yang fleksibel di mana penyewa mempertahankan markas CBD-nya, mungkin dengan footprint yang lebih kecil ditambah dengan kantor satelit pinggiran kota.

Head of Office Services for Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo menuturkan karena pasar perkantoran Jakarta terus mengalami kelebihan pasokan, hal inilah saat yang tepat bagi penghuni untuk mengamankan transaksi leasing yang baik di pasar.

Di sisi lain, pemilik gedung harus lebih fokus pada peningkatan hunian bangunan untuk meminimalkan dana tambahan yang dibutuhkan untuk menutupi biaya operasional.

Pada saat yang sama, memberikan sewa yang fleksibel dan insentif lainnya ini diperlukan untuk meningkatkan tingkat hunian.

Hal itu karena permintaan kantor di masa depan semakin berkurang dengan banyak perusahaan secara serius mempertimbangkan untuk menerapkan konsep work from home (WFH) dan tempat kerja yang fleksibel. "Ini mengurangi ruang kantor akan dibutuhkan," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top