Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembali Digelar, Ajang IGSD 2020 Tambah Satu Kategori

Kementerian Perindustrian pada tahun ini kembali menggelar ajang penghargaan Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, IGSD 2020 mencakup dua kategori penghargaan, yakni kategori produk jadi dan produk konsep.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 18 Agustus 2020  |  16:36 WIB
Industri kemasan. Pelaku industri kecil menengah (IKM) perlu memperhatikan desain kemasan dan merek produknya untuk bisa bersaing di pasar.  - Jibiphoto
Industri kemasan. Pelaku industri kecil menengah (IKM) perlu memperhatikan desain kemasan dan merek produknya untuk bisa bersaing di pasar. - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian pada tahun ini kembali menggelar ajang penghargaan Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, IGSD 2020 mencakup dua kategori penghargaan, yakni kategori produk jadi dan produk konsep.

Pendaftaran IGDS 2020 dibuka mulai 22 Juli hingga 30 September 2020 melalui situs igds.kemenperin.go.id.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan IGDS 2020 memiliki dua kategori penghargaan, yang tidak hanya memberikan apresiasi kepada design product untuk produk jadi, namun juga memberikan apresiasi Design Concept untuk konsep desain.

“Kami akan siapkan hadiah menarik. Para pemenang IGDS 2020 akan mendapatkan piagam, trofi, hak penggunaan logo IGDS dan sejumlah uang pembinaan,” ujar Gati dalam keterangan pers, Selasa (18/8/2020).

IGDS 2020 merupakan bentuk apresiasi pemerintah di bidang desain produk bagi pelaku industri, perusahaan maupun praktisi desain, sekaligus untuk mendukung dan meningkatkan nilai kompetitif dari daya saing produk-produk industri nasional utamanya di bidang desain produk.

“Penyelenggaraan IGDS bertujuan untuk mengapresiasi para perusahaan, pelaku industri, maupun desainer yang telah berkontribusi dalam peningkatan kualitas produk industri nasional, dan meningkatkan nilai kompetitif produk dari inovasi desain produk yang dilakukan,” paparnya.

IGDS 2020 adalah gelaran ke-17 kali sejak 2001. Menurutnya, peserta IGDS terus meningkat. Pada 2016 terdapat 99 produk, pada 2017 meningkat menjadi 243 produk dan pada 2019 mencapai 333 produk. Gati meyakini penyelenggaraan tahun ini juga akan diikuti oleh peserta dengan jumlah yang lebih banyak.

Penyelenggaraan IGDS 2020 mengusung tema Produk Keren Indonesia, yang menggambarkan Indonesia tidak hanya mampu menghasilkan produk bermutu, berfungsi baik dengan durabilitas yang tinggi, namun juga keren, menarik, dan enak untuk dilihat.

Gati mengingatkan pelaku industri kecil menengah (IKM) agar memperhatikan desain kemasan dan merek produknya untuk bisa bersaing di pasar. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan desain yang menarik, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi produk itu sendiri.

“Produk yang dipasarkan tentu harus menarik dan kreatif sehingga bisa diminati konsumen secara luas, baik di pasar domestik maupun global. Langkah strategis ini juga untuk mendongkrak daya saing IKM nasional agar semakin kompetitif,” katanya.

Gati menjelaskan, pandemi Covid-19 menyebabkan pergeseran gaya hidup dan mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan baru. Hal tersebut juga memengaruhi tren desain secara global, karena menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat dunia dalam melakukan aktivitas, dari yang awalnya terbiasa berinteraksi dan bekerja bersama, sekarang jadi lebih berjarak dan bekerja secara individu.

“Desain produk saat ini, selain mengusung aspek berkelanjutan yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, juga harus mengedepankan aspek kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19,” ungkapnya. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi para desainer produk industri.

Namun demikian, dengan kreativitas dan semangat yang tinggi, tantangan tersebut dapat menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan. Ini juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap produk-produk yang tidak hanya berdaya guna tinggi, namun juga sedap dipandang dan mampu memenuhi standar protokol kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

desain industri kemasan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top