Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Peluang Tumbuh, Permintaan Kemasan Food Grade Diperkirakan Tetap Rendah

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan konsumsi kemasan plastik food grade selama ini didominasi oleh industri pariwisata.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  20:10 WIB
Produk Plastik. - pancabudi.com
Produk Plastik. - pancabudi.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pebisnis kemasan plastik memperkirkaan akan ada peningkatan permintaan kemasan plastik food grade oleh industri kecil dan menengah (IKM) pada semester II/2020.

Namun demikian, permintaan agregat kemasan plastik food grade masih akan rendah pada paruh kedua 2020.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan konsumsi kemasan plastik food grade selama ini didominasi oleh industri pariwisata.

Adapun, lanjutnya, permintaan oleh IKM panganan tidak akan menutupi penurunan permintaan industri pariwisata lantaran volumenya yang terbatas.

"[Kalau] perkantoran 100 persen masuk [semua karyawannya] kemungkinan kembali normal, kalau peningkatan [produksi] belum ada. Kita harap pada November-Desember [permintaan kemasan plastik food grade] bisa kembali normal," katanya kepada Bisnis, Kamis (11/6/2020).

Pihaknya berharap pelonggaran protokol pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada semester II/2020 dapat meningkatkan utilitas industri hilir plastik ke kisaran 75-80 persen. Adapun, Inaplas mencatat sejauh ini utilitas industri hilir berada di level 70 persen.

Di sisi lain, Fajar mendata utilitas industri kemasan sederhana saat ini masih berada di level optimum atau di posisi 100 persen. Menurutnya, lanjutnya, hal tersebut disebakan oleh permintaan produk panganan cepat saji masih tinggi.

Serupa, Fajar menyampaikan utilitas industri karung sampai saat ini masih optimum. Fajar menilai hal tersebut disebakan oleh hasil panen beberapa komoditas perkebunan yang cukup baik seperti sawit, kopi, dan padi.

Sementara itu, lanjutnya, utilitas industri kantong plastik masih belum membaik. Fajar mendata utilitas industri kantong plastik saat ini berada di level 20 persen setelah sebelumnya berada di level 30 persen pada Idulfitri dan 40 persen selama Ramadan.

Fajar berharap utilitas industri kantong plastik dapat berangsur membaik pada semester II/2020 dengan adanya pelonggaran protokol PSBB.

"Kami berharap dengan pelonggaran PSBB atau era new normal ini mal, IKM.dan perkantoran sudah mulai bergeliat lagi," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inaplas plastik industri kemasan
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top