Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian PUPR Dorong Generasi Milenial Tinggal di Rumah Susun

Kementerian PUPR mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai bagian dari konsep Transit Oriented Development (TOD), yakni kawasan yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  19:16 WIB
Bangunan hunian vertikal berdiri di antara kawasan padat penduduk di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/3). - Antara/Aditya Pradana Putra
Bangunan hunian vertikal berdiri di antara kawasan padat penduduk di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/3). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan salah satu upaya untuk menyediakan rumah, sebagai kebutuhan masyarakat, pihaknya terus mendorong pembangunan hunian vertikal atau rumah susun di kawasan perkotaan.

Dengan demikian, para generasi milenial dapat memiliki hunian pertama yang sehat, berkualitas, nyaman dan dengan harga yang terjangkau melalui berbagai fasilitas pembiayaan dari pemerintah.

Untuk itu Kementerian PUPR mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai bagian dari konsep Transit Oriented Development (TOD), yakni kawasan yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum.

Pembangunan hunian vertikal dilakukan secara terintegrasi dengan stasiun kereta. Untuk selanjutnya pembangunan hunian berkonsep TOD juga akan dilakukan pada kawasan terminal bus. Hal ini merupakan bentuk perhatian dan kesungguhan pemerintah dalam menyediakan rumah sehat, berkualitas dan layak huni bagi generasi milenial.

"Sebenarnya tidak hanya pada integrasi moda transportasi, tetapi nanti arahnya juga ke pengembangan kawasan dan kota [urban development] sekaligus untuk pengurangan kawasan kumuh perkotaan," kata Menteri Basuki dalam siaran pers Jumat (14/8/2020).

Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mengatakan bahwa saat ini lahan di kawasan perkotaan untuk lokasi perumahan tapak semakin terbatas. Untuk itu, pembangunan hunian vertikal menjadi pilihan bagi generasi milenial jika ingin tinggal dan bekerja di kawasan perkotaan.

“Pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun dan apartemen akan mendorong penggunaan tanah yang lebih efektif dan jumlah unit hunian yang cukup banyak. Selain itu, dengan tinggal di hunian vertikal di kawasan perkotaan, generasi milenial dapat lebih mudah menjangkau kawasan perkantoran dan komersial yang menjadi lokasi kerjanya,” ujarnya.

Di samping hunian vertikal, pemerintah juga mendorong perbankan untuk bisa mempermudah penyaluran KPR untuk para generasi milenial. Dengan demikian, generasi milenial akan lebih tertarik untuk menyisihkan penghasilannya untuk membeli aset seperti rumah.

Direktur Bank Tabungan Negara (BTN) Hirwandi Gafar menerangkan pihaknya siap membantu generasi milenial untuk memiliki rumah yang layak huni baik rumah tapak maupun rumah susun. Bank BTN pun telah menyalurkan KPR untuk ratusan ribu rumah di Indonesia serta merupakan bank yang fokus dalam program perumahan di Indonesia.

Generasi milenial merupakan generasi yang lahir pada tahun 1980 sampai awal 1997. Saat ini jumlahnya sekitar 30 persen dari total penduduk Indonesia.

Berdasarkan hasil riset Direktorat Jenderal Perumahan generasi milenial mengutamakan rumah layak huni berkualitas berupa apartemen atau hunian sewa di pusat kota yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum dan memiliki kemudahan dalam akses internet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian PUPR generasi milenial rumah milenial
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top