Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pak Jokowi, Pekerja yang Di-PHK Akibat Covid-19 Tembus 2,1 Juta Orang

Selain indikator ketenagakerjaan, tingkat kemiskinan Indonesia juga melonjak dari 9,41 persen menjadi 9,78 persen dari total penduduk.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  13:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan jumlah karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi virus Corona (Covid-19) terus bertambah.

"Berbagai catatan menyebutkan [pekerja] yang kena PHK karena Covid-19 meningkat. Data kemenaker jumlahnya naik menjadi 2,1 juta orang, pekerja migran 34 ribu orang dipulangkan, dan yang masih di-compile datanya 1,4 juta orang," katanya dalam acara Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).

Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengungkapkan tingkat kemiskinan Indonesia juga melonjak dari 9,41 persen menjadi 9,78 persen dari total penduduk.

Meski demikian, dia mengungkapkan beberapa indikator sudah menunjukkan kenaikan atau geliat perekonomian pada fase normal baru atau new normal. Dia mencatat angka indeks manufaktur atau Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia bergerak ke angka 46,9.

Menurutnya, perbaikan juga ditunjukkan pada sektor otomotif lantaran sudah mulai ada permintaan dari kendaraan.

"Sektor ritel juga membaik dimana indeks keyakinan konsumen [IKK] sudah naik ke 83. Penjualan semen naik 6 persen. Inflasi tahunan [yoy] masih terkendali," jelasnya.

Dia mengatakan ada dua hal yang perlu dijaga dalam penanganan pandemi Covid-19, yaitu kesehatan dan mata pencarian penduduk atau lapangan kerja.

Menurutnya, sektor yang paling terdampak wabah virus Corona antara lain makanan dan minuman, akomodasi, dan transportasi. Penurunan sektor-sektor tersebut menjadi perhatian pemerintah dan harus segera didorong dengan kebijakan yang tepat. Pemerintah, lanjutnya, bakal ajak Apindo juga PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) untuk membahas permasalahan di tiga sektor tersebut secara simultan.

"Kita punya target pada 2022-2023 terjadi pemulihan, baik kesehatan maupun ekonomi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk airlangga hartarto Virus Corona
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top