Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tantangan PLN Kejar Target EBT di 2025

RPJMN menargetkan kapasitas EBT dapat mencapai 16,3 GW pada 2024 dan sesuai target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) pada 2025 kapasitas EBT ditargetkan dapat mencapai 19,9 GW.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  19:14 WIB
Pekerja beraktifitas di laboratorium pengujian peralatan listrik di PLN Pusat Standarisasi di Jakarta, Rabu (22/7/2020). PLN selalu menjaga standar dan kualitas dari pasokan listrik kepada masyarakat dengan selalu melakukan pengujian terhadap instalasi kelistrikan, kWh meter, dan seluruh peralatan listrik sesuai standar yang berlaku sebelum di pasang. Bisnis - Abdurachman
Pekerja beraktifitas di laboratorium pengujian peralatan listrik di PLN Pusat Standarisasi di Jakarta, Rabu (22/7/2020). PLN selalu menjaga standar dan kualitas dari pasokan listrik kepada masyarakat dengan selalu melakukan pengujian terhadap instalasi kelistrikan, kWh meter, dan seluruh peralatan listrik sesuai standar yang berlaku sebelum di pasang. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) memiliki pekerjaan rumah besar untuk mengejar target energi baru dan terbarukan (EBT) pada 2025.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyebutkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) pada 2024 kapasitas pembangkit EBT ditargetkan dapat mencapai 12,8 gigawatt (GW). Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan penambahan kapasitas sekitar 5 GW dari realisasi kapasitas terpasang EBT hingga akhir 2019 yang baru mencapai 7,8 GW.

Sementara itu, RPJMN menargetkan kapasitas EBT dapat mencapai 16,3 GW pada 2024 dan sesuai target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) pada 2025 kapasitas EBT ditargetkan dapat mencapai 19,9 GW. Untuk melaksanakan mandat nasional tersebut, kata Zulkifl, dibutuhkan insiatif untuk penambahan 3,5 GW pada 2024 dan 7,1 GW pada 2025.

"Tantangan 2019 hingga 2024, kami harus bangun 5 GW, tapi itu belum sesuai RUPTL yang menghendaki 16,3 GW dan di 2025 harus capai 19,9 GW," ujar Zulkifli dalam diskusi virtual, Rabu (12/8/2020).

Sebagai upaya mencapai target-target tersebut, imbuhnya, PLN telah mengidentifikasi tiga rangkaian insiatif, yakni implementasi RJPP, meluncurkan green booster, dan membangun EBT skala besar.

Green booster akan dilakukan melalui co-firing biomassa, program konversi pembangkit listrik tenaga diesel (dediselisasi), dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang sudah ada untuk membangkitkan listrik, serta pemanfaatan lahan bekas tambang untuk membangun PLTS.

Dalam program membangun EBT skala besar, PLN juga menyiapkan sumber energi listrik dari pembangkit EBT untuk industri dengan skema renewable energy based industry development (REBID). PLN juga tengah mengembangkan PLTS apung terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Cirata, Jawa Barat dengan total kapasitas mencapai 145 MW.

"PLTS terapung ini akan terwujud dalam 1-2 tahun mendatang. Dengan PLTS terapung kita akan lihat bahwa ini sumber EBT yang sangat baik dan tidak memerlukan pembebasan tanah. Kalau ini berhasil kami sudah melirik potensi waduk-waduk dan danau yang lain," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN tagihan listrik
Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top