Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KA Logistik Siap Caplok Segmen Pasar Angkutan Darat

KA Logistik berupaya agar bisa ikut mengangkut barang yang selama ini diangkut oleh angkutan darat seperti truk untuk meningkatkan pangsa pasar.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  14:05 WIB
Kereta Api Angkutan Barang. /KAI
Kereta Api Angkutan Barang. /KAI

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengupayakan agar KA logistik (Kalog) dapat merambah jenis barang yang diangkut bukan hanya dari bisnis yang ada saat ini tetapi juga barang lain yang selama ini dapat diangkut dengan menggunakan truk.

Komisaris KAI, yang juga menjadi Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan, Cris Kuntadi mengatakan selama ini Kalog hanya melayani angkutan barang, angkutan semen dan minyak. Namun, ke depannya bisa ditambah untuk dapat mengangkut kelapa sawit yang selama ini diangkut dengan truk.

“Kalau batu bara kan sudah ada aturan Pergub untuk tidak diangkut truk. Kalau muatan lain yang biasa dibawa truk padahal ada jalur kereta, itu bisa ditarik oleh kereta, misal hasil seperti sawit, CPO, atau TBS [Tandan Buah Segar],” jelasnya, Minggu (9/8/2020).

Cris meyakini untuk secara nasional pemerintah akan mendapatkan manfaat lebih banyak ketika angkutan barang itu dibawa oleh dengan kereta dibandingkan dengan truk.

Selama ini Kalog berfokus pada pengangkutan batu bara di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Di Stasiun Bongkar Batubara Kertapati akan dapat memaksimalkan kembali pengangkutan rangkaian kereta batu bara sebanyak 11-12 rangkaian kereta pada bulan ini.

Kertapati mengalami kenaikan volume pengangkutan pada Semester I/2020 yakni sebesar 8,1 juta ton dibandingkan dengan Semester I/2019 yang hanya sebesar 7 juta ton.

Selain itu pengembangan dan peningkatan angkutan barang juga dilakukan dengan menambah apron baru yang dapat mempercepat pembongkaran batubara. Ada dua apron, yakni untuk pembongkaran dengan menggunakan sekaligus 3 gerbong.

Kemudian, lanjutnya, terdapat satu lagi yang sekaligus untuk membongkar 5 gerbong. Pembongkaran satu rangkaian kereta berjumlah 45 rangkaian memakan waktu maksimal 1 jam.

Senior Manager Wilayah Sumatera PT Kalog Ferdian Pardosi menjelaskan saat ini stasiun muat barang seperti batu bara, semen, dan BBM yang dikelola memiliki empat terminal di Sumatera Selatan yaitu di Stasiun Sukacinta, Banjarsari, dan Muara Lawai sementara untuk stasiun bongkar ada di Kertapati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai kereta api logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top