Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INACA : Konsep Hub dan Superhub Sudah Dilaksanakan

Indonesia masih menganut konsep hub and spoke. Konsep tersebut terdiri atas bandara pengumpan, bandara pengumpul, dan bandara hub.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  18:43 WIB
Sejumlah pekerja PT Pertamina (Persero) mengisi bahan bakar pesawat di bandara Adi Soemarmo Solo. (Foto: dok.)
Sejumlah pekerja PT Pertamina (Persero) mengisi bahan bakar pesawat di bandara Adi Soemarmo Solo. (Foto: dok.)

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia National Air Carriers Association menilai konsep hub dan superhub yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Rabu (6/8/2020) sudah terlaksana dan dapat kembali terlaksana setelah masa pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto menjelaskan konsep hub dan superhub merupakan langkah mengklasifikasikan bandara sesuai dengan fungsi, kesibukan, dan jumlah penumpangnya.

Menurutnya, klasifikasi tersebut sudah dijalankan pada masa normal atau sebelum pandemi Covid-19. Alhasil, kata Bayu, konsep tersebut akan kembali berjalan secara otomatis ketika memasuki periode normal.

“Jadi, memang saat nanti kembali normal, setelah pandemi Covid-19 selesai, maka hub dan superhub yang sudah direncanakan akan berfungsi kembali,” jelasnya, Kamis (6/8/2020).

Indonesia saat ini memang masih menganut konsep hub and spoke. Konsep tersebut terdiri atas bandara pengumpan, bandara pengumpul, dan bandara hub.

Menurut pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman, banyaknya bandara internasional berarti sama halnya dengan membuka banyaknya akses.

“Kita tinggal pilih sebagai negara mau banyak akses atau tidak. Kalau pilih banyak akses ya, enggak bisa mikir traditional hub and spoke karena terdapat keuntungan dari kunjungan atau visitors advantage akan selalu terjadi,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Gerry, jika pemerintah hendak mengambil pola pikir reverse hubbing, virtual/scissor hubbing, atau point-to-point, keuntungan kunjungan bisa dinihilkan.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengevaluasi terkait dengan banyaknya bandara yang menjadi hub.

Menurut Presiden, 30 bandara internasional yang dimiliki Indonesia saat ini terlalu banyak. Padahal, di negara-negara lain tidak seperti itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara inaca
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top