Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penurunan Harga Gas, SKK Migas dan Repsol Masih Berdiskusi

SKK Migas tengah berdiskusi alot dengan Repsol karena menginginkan penjualan harga gas hulu di atas level US$7 per MMBtu.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  21:12 WIB
Ilustrasi: Platform offshore migas. Istimewa - SKK Migas
Ilustrasi: Platform offshore migas. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi tengah berdiskusi alot dengan Repsol terkait dengan keberlangsungan Blok Sakakemang.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief S. Handoko menjelaskan bahwa penetapan harga gas bumi tertentu di titik serah pengguna gas bumi (plant gate) ditetapkan sebesar US$6 per MMBtu berdampak kepada keekonomian kontraktor.

SKK Migas, tuturnya, tengah berdiskusi alot dengan Repsol karena menginginkan penjualan harga gas hulu di atas level US$7 per MMBtu.

"Saat ini kami dari divisi komersial ikut campur dalam penentuan apakah bisa lanjut apa tidak karena harga keekonomian KKKS Repsol berbeda dengan harga yang bisa kita jual di Indonesia apalagi sekarang kita sudah ada aturan harga US$6," katanya dalam webinar, Kamis (6/8/2020).

Arief mengungkapkan bahwa harga jual gas sangat berpengaruh terhadap internal rate of return (IRR) kontraktor.

Dalam hal ini, harga jual gas yang ditentukan US$6 per MMBtu tidak masuk ke dalam nilai keekonomian Repsol pada proyek Blok Sakakemang.

"Saat ini kami sedang diskusi alot terkait keberlangsungan Repsol," jelasnya.

Sebelumnya, SKK Migas menargetkan rencana pengembangan Blok Sakakemang dapat rampung pada kuartal I/2020.

Repsol sebagai operator baru di Blok Sakakemang mengajukan sertifikasi cadangan terbukti sebesar 1 triliun kaki kubik dari potensi cadangan terbukti 2 triliun kaki kubik.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa jumlah sumur delineasi dalam pengembangan lapangan di Blok Sakakemang belum terlalu banyak.

Sumur delineasi adalah sumur yang dibor dengan tujuan menetapkan batas reservoir minyak dan gas bumi dan produktivitas sumur. Apabila sesuai rencana, lapangan tersebut sudah mulai berproduksi pada 2021.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkks Harga Gas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top