Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Propaktani, Program Korporasi Tanaman Pangan Diperluas ke 130 Kabupaten

Kementerian Pertanian melanjutkan Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi yang telah dicanangkan sejak 2019 dengan memperluas cakupan kabupaten.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  04:45 WIB
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertamian Suwandi.  - Kementan
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertamian Suwandi. - Kementan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian melanjutkan Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi yang telah dicanangkan sejak 2019 dengan memperluas cakupan kabupaten.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyebutkan pola korporasi sudah diujicoba sejak 2019 di beberapa lokasi seperti di Tuban, Lampung, Kalsel, dan Sulut. Dari kinerja yang dinilai baik, Kementan pun mulai 2020 akan memperluas program tersebut di 130 kabupaten.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian dalam membangun pertanian berbasis korporasi atau industri, pola ini akan terus dikawal dan dikembangkan dan tahun depan diperluas di seluruh wilayah," kata Suwandi dalam kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas SDM di Bogor, Selasa (4/8/2020).

Melalui keterangan resmi, Suwandi menjelaskan bahwa korporasi pertanian tidak hanya meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani namun juga meningkatkan komoditas berbasis ekspor.

Suwandi menjelaskan prinsip Program Korporasi Tanaman Pangan (Propaktani).

Pertama, pendekatan pengelolaan korporasi dengan skala lahan hamparan luas. Skala lahan yang dimaksud tidak harus satu hamparan seluas 5.000 hektare (ha), namun bisa dikelompokkan menurut subkawasan atau klaster 500 ha lebih di 10 titik menjadi total 5.000 ha kawasan.

Kedua, integrated farming atau sistem pertanian terpadu dengan komoditas penunjang dan komoditas utama. Ia mencontohkan di Indramayu, komoditas unggulannya adalah padi dengan melibatkan 3-4 kecamatan yang dikelola dalam 1 korporasi. Komoditas pendukung yang ditanam seperti sayuran, cabai, bawang merah, kelapa, ternak itik, hingga sapi.

Suwandi mengungkapkan program Propaktani meliputi kegiatan terintegrasi dari hulu dan hilir sampai industri turunan hingga pemasaran. Integrasi tersebut mencakup aspek infrastruktur, alsintan, budidaya mulai tanam hingga panen dan hilir pasca panen hingga pemasaran.

"Kelompok tani juga harus bisa naik kelas kelembagaannya bisa berbentuk CVI, koperasi, maupun BUMDes. Kelembagaan yang terpenting adalah pengelolaan manajemen kepengurusan yang baik, oleh karena itu perlu sekali kegiatan seperti ini," kata Suwandi.

Langkah selanjutnya, yakni sinergi program Propaktani dengan pembiayaan, investasi dan ekspor. Kawasan dan klaster dapat memanfaatkan lokasi yang telah ada, ditata dan dioptimalkan, sementara sumber pendanaan diperoleh dari swadaya, KUR dan pembiayaan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tanaman pangan urban farming
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top