Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perbankan Mengeklaim Bunga KPR Saat Ini Terbilang Rendah

Menurut Maybank, bunga KPR yang periode fixed rate selama ini sudah rendah dan tidak menguntungkan bank.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  19:14 WIB
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA — Pada pertengahan Juli 2020, Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen.

Penurunan BI 7DRRR ini menjadi angin segar bagi sektor properti di tengah pandemi Covid-19. Kalangan perbankan menyebutkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) saat ini terbilang rendah.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan bahwa bunga KPR yang periode fixed rate selama ini sudah rendah dan tidak menguntungkan bank. Adapun, suku bunga dasar kredit (SBDK) atau prime landing rate Maybank Indonesia saat ini untuk KPR sebesar 9,5 persen.

"Yang lebih mendesak sebenarnya bukan suku bunga, melainkan perbankan menahan kucuran KPR melihat kondisi turunnya daya beli masyarakat saat ini," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (5/8/2020).

Dia menilai saat ini minat untuk membeli rumah masih tetap ada, tetapi kemampuan masyarakat untuk membeli rumah tengah menurun sejak terjadinya pandemi.

"Bisnis masyarakat turun sehingga memengaruhi pendapatan masyarakat yang kemudian batal beli properti. Belum lagi perbankan sempat menahan kucuran KPR pada awal pandemi," ucap Taswin.

Direktur Finance, Planning, and Treasury Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu menuturkan saat ini suku bunga KPR subsidi di BTN sudah fixed di angka 5 persen, sedangkan untuk KPR nonsubsidi suku bunganya sangat rendah, berkisar 6,99 persen.

"Kalau saat ini mayoritas yang tumbuh kan KPR subsidi di mana suku bunganya sudah fixed 5 persen, untuk yang no subsidi 6,99 persen yang penting payroll di BTN," katanya.

Nixon menambahkan bahwa bunga KPR di BTN polanya adalah fixed rate. Hal itu lebih disukai konsumen dan suku bunga yang mengambang (floating) cenderung tidak laku. Adapun, SBDK BTN saat ini untuk KPR sebesar 10,5 persen.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan berpendapat jika ada penurunan biaya dana (cost of fund) pasti ada penurunan bunga juga. Namun, pihaknya terus melihat perkembangannya ke depan.

"Saat ini rate KPR kami juga bersaing. Ada berbagai pricing tergantung program yang diambil oleh masabah. Fix, float berapa tahun dan lain-lainnya," tuturnya.

Suku bunga masa fixed, lanjutnya, mulai dari 6,5 persen untuk 3 tahun dan floating sesuai dengan harga pasar. Adapun, SBDK CIMB Niaga saat ini untuk KPR sebesar 9,55 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr stimulus
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top