Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Protokol Kesehatan, Kunci Kembalikan Kepercayaan Transportasi Publik

BPTJ menyebut konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan bisa menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  18:02 WIB
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengharapkan konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan dapat kembali meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.

Kepala Hubungan Masyarakat BPTJ Budi Rahardjo mengatakan pada masa pandemi Covid-19 prinsipnya diterapkan kebijakan pembatasan pergerakan dan aktifitas masyarakat, tentunya hal ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan.

"Kehadiran transportasi publik di Jabodetabek pada masa pandemi harus benar-benar fokus pada penegakan protokol kesehatan, tentunya agar transportasi justru tidak menjadi media penularan dan penyebaran Covid-19," jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (4/8/2020).

Konsistensi terhadap hal ini diharapkan dapat memelihara kepercayaan masyarakat terhadap layanan layanan transportasi publik meski disisi lain demand jelas menurun. Jadi, masyarakat yang menggunakan transportasi publik harus dijaga agar masyarakat seminimal mungkin terhindar dari resiko penularan Covid-19.

Adapun, masyarakat diperkenankan untuk melakukan aktivitas apabila memang benar-benar mendesak dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang membolehkan hal tersebut. Dalam kondisi seperti ini transportasi publik tetap dibutuhkan bagi masyarakat yang membutuhkan mobilitas.

Menurutnya, keseriusan penegakan protokol kesehatan pada angkutan umum massal di Jabodetabek, dapat terlihat pada kasus KRL. Sampai saat ini KRL Jabodetabek konsisten untuk melalukan pembatasan jumlah penumpang maksimal 35 persen.

"Semata-mata untuk menegakkan physicall distancing. sesuai dengan rekomendasi para ahli epidemiologi penegakan physical distancing pada angkutan umum merupakan aspek mendasar untuk menghindari penularan Covid-19 di angkutan umum massal," paparnya.

Dia menegaskan langkah-langkah yang dilakukan BPTJ menjaga kepercayaan terhadap transportasi publik pada masa pandemi mengupayakan penegakan protokol kesehatan pada angkutan umum massal.

"Hal ini agar angkutan umum tidak menjadi media penyebaran dan penularan Covid-19. Jika kondisi ini terwujud tentunya akan menciptakan rasa aman dan percaya pada pengguna angkutan umum," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top