Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaim Pengangguran AS Naik Dua Pekan Berturut-turut

Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (30/7/2020), klaim pengangguran awal melalui program negara reguler mencapai 1,43 juta dalam pekan yang berakhir 25 Juli, bertambah 12.000 dari pekan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  20:22 WIB
Kalimat
Kalimat "Pembunuh" tertulis di bagian bawah patung mantan Presiden Amerika Serikat Andrew Jackson di seberang Gedung Putih sehari setelah pengunjuk rasa ketidaksetaraan rasial berusaha menjatuhkan patung tersebut di Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa (23/6/2020). - ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA – Angka permohonan tunjangan pengangguran Amerika Serikat meningkat pekan lalu. Ini merupakan kenaikan pekan kedua berturut-turut.

Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (30/7/2020), klaim pengangguran awal melalui program negara reguler mencapai 1,43 juta dalam pekan yang berakhir 25 Juli, bertambah 12.000 dari pekan sebelumnya.

Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata proyeksi ekonom dalam survei Bloiomberg yang memperkirakan ada 1,445 juta klaim tunjangan awal.

Sementara itu, tercatat ada 17 juta warga AS yang mengajukan tunjangan berkelanjutan melalui program-program tersebut pada periode yang berakhir 18 Juli. Angka ini lebih tinggi 867.000 dari pekan sebelumnya, sekaligus peningkatan terbesar sejak awal Mei.

Hampir lima bulan setelah pandemi, angka pengangguran belum memperlihatkan tanda-tanda mereda. Lonjakan infeksi virus corona yang terus-menerus terjadi dan belum adanya kepastian mengenai vaksin telah menghambat laju pemulihan menuju kehidupan normal.

Tantangan lebih lanjut menanti warga AS jika anggota parlemen tidak memperpanjang program tunjangan pengangguran tambahan senilai US$600 per  pekan. Partai Demokrat dan Republikan masih berbeda pendapat dalam negosiasi untuk memperpanjang bantuan yang telah menopang konsumen dan bisnis selama pandemi ini.

Sementara itu, perekonomian AS pada kuartal II/2020 dilaporkan mengalami penurunan kinerja paling tajam di tengah merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19.

Realisasi kinerja ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal kedua itu bahkan menjadi penurunan paling signifikan sejak dekade 1940.

Produk domestik bruto (PDB) AS menyusut 9,5 persen pada kuartal II/2020 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quartal-to-quartal). Penurunan kinerja ekonomi negara adidaya itu bahkan mencapai 32,9 persen untuk laju tahunan (year-on-year/yoy), sebagaimana dilaporkan Departemen Perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as data pengangguran as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top