Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eks Wamen ESDM Beberkan Kunci Selamat dari Krisis Bisnis Migas

Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcanda Tahar menjelaskan strategi kunci yang bisa digunakan untuk bisa keluar dari krisis.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  14:25 WIB
Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan) menyampaikan pemaparan tentang Lelang WK Migas Tahap I Tahun 2019, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (7/5/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar
Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan) menyampaikan pemaparan tentang Lelang WK Migas Tahap I Tahun 2019, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (7/5/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcanda Tahar menilai campuran portofolio bisnis di perusahaan minyak dan gas bumi bisa menjadi salah satu strategi untuk keluar dari krisis.

Arcanda berpendapat, kejadian pelemahanan harga minyak dunia dan pelemahan permintaan yang terjadi beberapa waktu lalu seiring dengan pandemi Covid-19 merupakan salah satu kejadian luar biasa.

Namun, pada dasarnya industri migas merupakan bisnis yang prinsipnya selalu berfluktuasi, sehingga seharusnya sudah ada mitigasi untuk melalui masa buruk.

"Apakah ini tidak dipersiapkan sebelumnya oleh perusahaan migas? Saya rasa sudah disiapkan," katanya dalam diskusi dari pada Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, campuran portofolio bisnis antara di hulu dan di hilir perlu diseimbangkan oleh perusahaan-perusahaan migas.

Pasalnya, dalam keadaan harga minyak yang melejit atau melemah, salah satu dari dua sisi bisnis tersebut ada yang bisa mendulang profit lebih baik.

Arcandra mengatakan, tren tersebut sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan migas besar berskala global seperti Shell, dan Chevron.

Selain itu, tren tersebut sudah mulai diaplikasikan pada perusahaan-perusahaan migas pada level menengah guna mengantisipasi masa sulit.

"Maka company yang kuat, balance between upstream dan downstream. Perusahaan yang menengah pun kalau punya strategi bagus selain punya bisnis di hulu mereka juga mengantisipasi di hilir," jelasnya.

Mengutip laman resmi Shell Global, bisnis perusahaan migas itu terbagi menjadi bisnis hulu, bisnis gas terpadu, energi terbarukan, dan bisnis hilir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas kementerian esdm
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top