Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Kucurkan Rp3 Triliun Insentif Listrik, Ini Rinciannya

Insentif listrik berupa relaksasi tarif minimum, untuk industri, bisnis dan sosial melalui relaksasi penerapan aturan rekening minimum (RM) yang skemanya pelanggan hanya membayar sejumlah jam pemakaian, dan selisihnya akan dibayarkan oleh pemerintah.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  10:35 WIB
Pekerja beraktifitas di laboratorium pengujian peralatan listrik di PLN Pusat Standarisasi di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pekerja beraktifitas di laboratorium pengujian peralatan listrik di PLN Pusat Standarisasi di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Selain penjaminan kredit modal kerja, pemerintah juga memberikan insentif listrik untuk pelanggan industri, bisnis dan sosial.

Bantuan ini diberikan dalam rangka meringankan beban listrik, serta untuk mendukung proses pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pemberian insentif listrik berupa relaksasi tarif minimum, untuk industri, bisnis dan sosial melalui relaksasi penerapan aturan rekening minimum (RM) yang skemanya pelanggan hanya membayar sejumlah jam pemakaian, dan selisihnya akan dibayarkan oleh pemerintah.

Adapun, target penerima yaitu pelanggan yang pemakaian kWh-nya di bawah energi minimum (Emin) 40 jam, dan direncanakan akan diberikan selama 6 bulan (Juli - Desember 2020).

Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp3 triliun, yang direncanakan akan diberikan ke empat kategori penerima bantuan. Pertama, 112.223 pelanggan sosial dengan kebutuhan Rp285,9 miliar. Kedua, 330.653 pelanggan bisnis mulai dari daya 900 VA ke atas Rp1,3 triliun.

Kelima, 28.886 pelanggan industri mulai dari daya 900 VA ke atas Rp1,4 triliun. Keempat, pelanggan dengan golongan daya dibawah 900 VA (relaksasi biaya abonemen) dengan kebutuhan Rp70 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik insentif kredit modal kerja
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top