Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Ada Asa Di Tengah Pandemi, Bank Gencar Beli Surat Berharga

Berita mengenai optimisme pemulihan ekonomi nasional dan pengelolaan likuiditas, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (29/7/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  07:59 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai optimisme pemulihan ekonomi nasional dan pengelolaan likuiditas, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (29/7/2020).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Ada Asa Di Tengah Pandemi. Pandemi Covid-19 yang masih menghantui tak menyurutkan optimisme pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional. Meski diproyeksi masih tertekan pada tahun ini, perekonomian Indonesia diyakini mampu bangkit pada 2021.

Reformasi Pengawasan Dikebut. PT Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan serta self regulatory organization terus melakukan reformasi pengawasan pasar modal secara berkelanjutan untuk mencapai pendalaman dan meningkatkan kepercayaan investor.

Insentif Industri Besar Mendesak. Program insentif pemerintah melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seharusnya menyentuh seluruh kelompok industri, baik besar maupun kecil dan menengah, sehingga penanganan dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional menjadi lebih optimal.

Pengusaha Hotel Mulai Tes Pasar. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia menyatakan sekitar 80% dari total 2.000-an unit hotel di Tanah Air kembali beroperasi pada Juli 2020 seiring dengan fase adaptasi kebiasaan baru yang dicanangkan pemerintah.

Dobrak Aturan Berbelit. Pemerintah dan penegak hukum perlu duduk bersama dan menyamakan persepsi terkait dengan penyederhanaan aturan guna mendorong efektivitas program pemulihan ekonomi nasional dan penyaluran bantuan ke masyarakat.

Ekspansi Fiskal Masih Terbatas. Pelebaran defisit dalam RAPBN 2021 dinilai belum cukup memberikan keleluasaan ekspansi fiskal. Pasalnya, dampak Covid-19 masih berlanjut sehingga pemerintah membutuhkan energi ekstra untuk memulihkan ekonomi nasional.

RI Jadi Kasus Uji Negara Berkembang. Langkah pertama kali Bank Indonesia membeli sekitar US$27 miliar obligasi pemerintah di pasar primer menjadi kasus uji atau test case apakah negara berkembang mampu menjaga stabilitas nilai tukar dan infl asi saat strategi ‘cetak uang’ itu dijalankan.

Mitigasi Risiko Di Era Normal Baru. Perusahaan penyelenggara platform pinjam meminjam langsung tunai berbasis teknologi atau peer to peer lending terus memastikan mitigasi risiko untuk menjaga kualitas pinjaman di era kenormalan baru atau new normal.

Bank Gencar Beli Surat Berharga. Penempatan dana oleh perbankan pada instrumen surat berharga, khususnya surat berharga negara (SBN), diperkirakan masih akan bertahan tinggi hingga akhir tahun, seiring dengan lemahnya permintaan kredit.

Saatnya Kocok Ulang Portofolio Saham? Musim laporan keuangan kuartal II/2020 sudah tiba. Investor pun dapat melakukan penyesuaian portofolio investasinya dengan sejumlah pertimbangan fundamental dan proyeksi kinerja ke depannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi ekonomi indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top