Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadirnya BBM Nabati Penting untuk Indeks Ketahanan Energi Nasional

Ketahanan enegi nasional dalam negeri saat ini ditopang oleh berbagai sumber daya mulai dari energi fosil seperti batu bara, minyak, dan gas bumi, sedangkan dari energi baru terbarukan ditopang oleh panas bumi, angin, matahari, serta biofuel.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  12:27 WIB
Hadirnya BBM Nabati Penting untuk Indeks Ketahanan Energi Nasional
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto memaparkan proses penjaringan delapan Anggota DEN 2010 - 2025 - Istimewa / ESDM
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Energi Nasional menyebutkan pengembangan bahan bakar berbasis nabati bisa meningkatkan ketahanan energi nasional.

Sekretaris Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto menjelaskan, indeks ketahanan energi nasional Indonesia hingga tahun ini masih berada pada level 6.44 yang dikategorikan masih tahan.

Ketahanan enegi nasional dalam negeri saat ini ditopang oleh berbagai sumber daya mulai dari energi fosil seperti batu bara, minyak, dan gas bumi, sedangkan dari energi baru terbarukan ditopang oleh panas bumi, angin, matahari, serta biofuel.

"Nah saat ini kita angkanya indeks ketahanan energi 6,44 nanti kalau ada D100 itu otomatis meningkatkan indeks ketahanan energi. Kita ingin di 7.99 jadi nanti kalau semua bahan bakar nabati sudah bisa memproduksi seluruh jenis BBM," katanya pada Rabu (29/7/2020).

Selain itu, Djoko menyebut pengembangan BBM nabati bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi impor BBM.

Pasalnya, Indonesia masih mengimpor untuk BBM jenis solar berkualitas tinggi, meskipun Djoko mengungkapkan untuk solar subsidi Indonesia sudah tidak lagi mengimpor.

"D100 bisa terdstribusi secara umum kualitas bagus akan kurangi impor jenis solar kualitas tinggi Euro 5 dan 6 kita ikuti standar internasiol menuju ramah lingkungan," jelasnya. ‘

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah berhasil mengolah Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100 persen yang menghasilkan produk green diesel (D100) mencapai 1.000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai.

RBDPO adalah minyak kelapa sawit atau CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga hilang getah, impurities dan baunya.

Uji coba pengolahan produksi yang dilakukan pada 2 - 9 Juli 2020 tersebut merupakan ujicoba ketiga setelah sebelumnya melakukan uji coba mengolah RBDPO melalui co-processing hingga 7.5 persen dan 12,5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan bakar nabati dewan energi masional
Editor : David Eka Issetiabudi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top