Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyerapan Rendah, Pemerintah Revisi Target Serapan FAME Tahun ini

Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM mengungkapkan pemerintah merevisi target serapan FAME tahun ini menjadi 8,3 juta kiloliter (KL) dari target semula 9,6 juta kl.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  16:59 WIB
Petugas mengisi bahan bakar B30 ke kendaraan saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40.000 dan 50.000 kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun. - Antara / Aprillio Akb
Petugas mengisi bahan bakar B30 ke kendaraan saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40.000 dan 50.000 kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun. - Antara / Aprillio Akb

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merevisi turun target serapan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) tahun ini karena rendahnya penyerapan sepanjang tahun.

Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM mengungkapkan pemerintah merevisi target serapan FAME tahun ini menjadi 8,3 juta kiloliter (KL) dari target semula 9,6 juta kl.

Asumsi itu merujuk pada realisasi penyerapan bahan bakar minyak (BBM) campuran 30 persen (B30) yang melamah hingga Mei 2020.

"Kalau memang dengan pertimbangan penurunan dari penyerapan BBM laporan dari Pertamina," ujarnya dalam paparanya kepada media, Selasa (28/7/2020).

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa program pengembangan B30 di dalam negeri masih lebih baik dibandingkan dengan Malaysia.

Pasalnya, di Negeri Jiran, pengembangan B20 terpaksa dihentikan karena kondisinya sama dengan di dalam negeri.

Adapun, penyerapan B30 pada Februari 2020 mencapai 95 persen dari target, Maret 95 persen, April 94 persen, dan Mei 92 persen, sedangkan Juni 94 persen.

"Harapannya ekonomi kebuka tranportasi berkembang ini yang B30 mulai berkembang lagi kalau dibandingkan dengan Malaysia mati juga B20, kita masih jalan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo kementerian esdm minyak sawit Biodiesel
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top