Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengusaha Hotel Mulai Tes Pasar pada Juli 2020

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menyatakan 80 persen hotel di Indonesia sudah kembali beroperasi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  18:06 WIB
Wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Laendra, Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (22/7/2018). - Antara/Aji Styawan
Wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Laendra, Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (22/7/2018). - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menjelaskan sejumlah pelaku industri perhotelan mulai melakukan tes pasar dengan membuka kembali operasional pada bulan ini.

Saat ini, dia mengemukakan sekitar 80 persen hotel di Indonesia sudah kembali beroperasi. Tetapi  tingkat okupansi masih di bawah 20 persen.

Padahal, untuk mencapat titik impas atau break event point (BEP) setidaknya okupansi hotel harus mencapai 30 persen.

"Sejak April sudah 2000-an hotel tutup. Jadi bulan Juli ini posisinya tes pasar, karena permintaan juga masih rendah. Memang ada dilema karena permintaan rendah itu juga rugi," katanya Mid-Year Economic Outlook 2020, Selasa (28/7/2020).

Namun, Hariyadi mengungkapkan keoptimisannya terhadap prospek bisnis ke depan. Pasalnya, berdasarkan riset Kantar, masyarakat Indonesia tergolong suka berpikiran positif sehingga memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk bepergian.

Dia pun melihat adanya kenaikan pergerakan manusia setelah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), meski hanya terpusat pada akhir pekan. Kendati demikian, pelaku bisnis di sejumlah daerah masih memiliki kekhawatiran adanya penutupan kembali ketika angka infeksi Covid-19 meningkat.

“Pemda siap gak untuk menjaga momentum? Intinya, kami setuju bisnis ini gak bisa berhenti. Kalau mau tunggu sampai semua aman, malahan sektor ekonomi akan semakin berat,” ujarnya.

Sementara itu, ekonom Aviliani menyebutkan pariwisata merupakan sektor yang paling memungkinkan untuk dibuka kembali.

“Pemda sebagai penanggung jawab harus perhatikan ekosistem dan harus berkoordinasi dengan bandara, terminal dan daerah lain. Sekarang harus mengubah cara mengembangkan pariwisata,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top