Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dapat Surat Cinta dari SKK Migas, Pertamina Kejar Peningkatan Produksi Migas

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan anak perusahaan hulu migas Pertamina telah berupaya semaksimal mungkin untuk memperkuat ketahanan energi dengan menambah produksi sekaligus memperkuat cadangan migas.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  13:01 WIB
Fasilitas produksi Pertamina Hulu Mahakam. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas produksi Pertamina Hulu Mahakam. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) tengah mengupayakan peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di sejumlah anak usaha agar bisa mencapai target tahun ini.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan anak perusahaan hulu migas Pertamina telah berupaya semaksimal mungkin untuk memperkuat ketahanan energi dengan menambah produksi sekaligus memperkuat cadangan migas.

Ke depannya, upaya menjaga dan meningkatkan produksi ini akan terus diperkuat.

"Melalui pengeboran sumur, workover, perawatan sumur, serta menjaga keandalan fasilitas produksi demi menghindari unplanned shutdown dalam rangka mencapai target produksi 2020," katanya dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2020).

Berdasarkan data per Juni 2020, secara total produksi minyak dan gas bumi Pertamina Group baik untuk aset domestik maupun internasional mencapai 884,1 MBOEPD dengan rincian produksi minyak bumi sebesar 414,4 KBOPD dan produksi gas bumi sebesar 2.721 MMSCFD.

Dua anak perusahaan hulu Pertamina pun mencatat kinerja positif dengan mencapai target produksi sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) revisi, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan realisasi produksi sebesar 107 persen atau 30.459 BOPD dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) sebesar 101 persen atau 12,3 KBOPD.

Sementara itu, tiga anak perusahaan lainnya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) realisasi produksinya tercapai 99,9 persen (82,2 KBOPD), PT Pertamina EP (PEP) sebesar 99 persen (80,5 KBOPD), dan PT Pertamina Internasional EP (PIEP) tercatat 96 persen (99,4 KBOPD).

Fajriyah Usman mengungkapkan, sesuai RKAP revisi, PHM dan PHSS berhasil melampaui target operasi setelah mencatatkan performa baseline (produksi eksisting) yang lebih baik dan ditambah dengan produksi dari well intervention (intervensi sumur).

Untuk produksi gas bumi, kata Fajriyah, anak usaha yang berhasil melampaui target adalah PHE yang realisasi produksinya mencapai 102 persen atau 800,4 MMSCFD.

Pencapaian itu ditopang dari Blok ONWJ (Offshore North West Java) dengan produksi tercatat di atas target karena baseline yang baik, kehandalan fasilitas dan production losses yang minimal.

Di sisi lain, PHE juga terus berkoordinasi dengan konsumen dan SKK Migas untuk mengoptimalkan penyerapan dan penyaluran gas ditengah tantangan penurunan demand. Hal tersebut juga menjadi faktor yang mendorong meningkatnya penyerapan gas di Blok Jambi Merang maupun Blok Tomori.

Anak usaha lain, yakni PHI, PEP, dan PIEP mencapai realisasi produksi berturut-turut sebesar 99 persen (745 MMSCFD), 94 persen (876 MMSCFD), dan 91 persen (277 MMSCFD).

“Hingga triwulan II/2020, meskipun dalam kondisi yang mengharuskan dilakukannya optimalisasi biaya dan efisiensi, Pertamina berhasil melakukan pengeboran eksploitasi sebanyak 138 sumur dan pekerjaan workover sebanyak 312 sumur,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pertamina merevisi rencana kegiatan pengeboran sumur eksplorasi berkurang dari 23 sumur menjadi 15 sumur, sumur eksploitasi turun dari 388 sumur menjadi 291 sumur, serta work over dari 823 sumur menjadi 776 sumur.

Ditambahkannya, langkah ini diharapkan dapat memangkas biaya operasional sektor hulu Pertamina dari USS 5,52 miliar menjadi US$ 4,44 miliar. Di sisi lain, biaya investasi dioptimalkan sebesar 24 persen dari US$ 3,7 miliar menjadi US$ 2,8 miliar.

Selain eksploitasi, Pertamina juga terus mengintensifkan kegiatan eksplorasi. Kabar terbaru dan membanggakan datang dari PEP dengan penemuan sumber daya migas baru di Cekungan Jawa Barat, tepatnya di sumur Akasia Prima-1 (AKP-1).

Sumur AKP-1 ditargetkan untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon dengan potensi sumber daya prapengeboran (P50) sebesar 75 MMBO (juta barel minyak) dan 10,3 BCFG (miliar kaki kubik gas).

Penemuan ini melengkapi kesuksesan PEP sebelumnya dalam menemukan cadangan gas sebesar 333,6 BCFG dari eksplorasi di sumur Wolai-002 di Sulawesi Tengah pada triwulan I/2020.

Per Juni 2020 Pertamina telah berhasil melakukan Survei Seismik Laut Regional 2D di lautan terbuka terbesar di Asia Pasifik sepanjang 27.576 km atau lebih dari 91% dari target 30.000 km.

"Upaya ini diharapkan dapat menemukan cadangan migas baru yang menjadi giant discovery bagi Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa pihaknya selalu berdiskusi dengan para kontraktor yang memiliki catatan merah pada kinerja.

Kinerja Pertamina yang tidak mencapai target, kata Dwi, disebabkan oleh tingkat kesuksesan pengeboran dan kedisiplinan dari kontraktor untuk mengimplementasikan apa yang ada dari WP&B.

"KKKS yang rapornya merah itu selalu tiap bulan kita review yang rapot merah itu kita kirimi surat cinta kepada yang merah-merah itu jadi kita sampaikan peringatan-peringatan semacam itu. Kita sampaikan review-review tentang capaian target tadi kepada Pertamina," katanya belum lama ini.

Deputi Operasi SKK Migas Wiratno pada saat ini pihaknya masih berdiskusi secara intens dengan pihak Pertamina untuk melakukan review setiap pekannya.

Menurut dia, untuk Pertamina grup terdapat arahan untuk pengurangan anggaran belanja modal dan biaya operasi sebesar 20 persen dan 30 persen yang berdampak kepada penguarangan program kerja.

"Kami diskusikan untuk mengembalikan lagi. Jadi kita intens diskusi dengan Pertmaina," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas skk migas hulu migas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top