Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Butuh Dana US$133 Miliar, Pertamina Kaji Serap Dana IPO

PT Pertamina (Persero) mempertimbangkan untuk menyerap pendanaan melalui pasar modal untuk memenuhi target menjadi 100 besar perusahaan besar global.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  21:39 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. ANTARA FOTO - Reno Esnir
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. ANTARA FOTO - Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mempertimbangkan untuk menyerap pendanaan melalui pasar modal untuk memenuhi target menjadi 100 besar perusahaan besar global.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa hingga 2026, kebutuhan pendanaan Pertamina akan mencapai US$133 miliar. Nicke mengungkapkan, dana internal Pertamina hanya mampu menyediakan sekitar 47 persen dari total kebutuhan tersebut. Sementara itu, 10 persen lainnya akan diserap melalui project financing, 15 persen dari equity financing, dan 28 persen dari external financing.

Dengan demikian, 28 persen atau sekitar US$49 miliar tersebut akan diserap melalui beberapa opsi pendanaan seperi penerbitan surat utang, pinjaman perbankan, maupun pasar modal.

"Ini yang melatarbelakangi ini kemudian tantangan dari pemegang saham untuk melakukan IPO di anak perusahaan," katanya Nicke pada Minggu (26/7/2020).

Nicke menambahkan, opsi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menjadi yang paling menarik dibandingkan dengan opsi pendanaan lainnya.

Hal itu lantaran penyerapan dana dari pasar modal tidak akan memberikan dampak kepada membengkaknya rasio utang perseroan dibandingkan dengan penerbitan surat utang atau pinjaman perbankan.

"IPO lebih fleksibel dan tidak harus kembalikan pokok dari pinjaman. Ada plus minus," ujar Nicke.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo pt pertamina
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top